
Tiket lolos ke Indonesia Super League (ISL) masih tersisa dua. Satu tiket dari peringkat ketiga Divisi Utama 2009-2010 dan lainnya dari laga playoff antara peringkat ke-15 ISL 2009-2010 melawan tim peringkat keempat Divisi Utama.
Nah, tentu laga perebutan posisi ketiga antara Persiram Raja Ampat versus Semen Padang punya arti penting. Dua tim tersebut tentu ingin langsung ke ISL tanpa harus melalui laga playoff. Bisa dikatakan, laga Persiram dengan Semen Padang lebih mendebarkan jika dibandingkan dengan laga final.
Itu berarti, Persiram dan Semen Padang bakal tampil habis-habisan dalam laga yang dilaksanakan di Stadion Manahan, Solo, sore ini (siaran langsung AnTV mulai pukul 15.30 WIB). Persiram gagal lolos ke final setelah dikalahkan Persibo 0-1 (27/5), sedangkan Semen Padang tumbang 2-4 oleh Deltras melalui adu penalti.
''Kami sudah melupakan kekalahan dalam semifinal lalu. Itu tidak perlu disesali. Perjuangan masih berlanjut. Kami harus maksimal dalam pertandingan penutup nanti,'' kata Pelatih Persiram Raja Isa kemarin (28/5).
Pelatih asal Malaysia itu juga bertekad merotasi pemain dalam laga di stadion berkapasitas 30.000 penonton tersebut. Dia akan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki timnya.
''Yang pasti, tidak ada cadangan mati dalam tim kami. Saya akan memanfaatkan seluruh pemain untuk memenangi laga besok (hari ini, Red),'' tandasnya.
Marthen Tao dan Titus Bonay masih dipecaya Raja Isa sebagai pendobrak gawang Semen Padang. Ketajaman keduanya diharapkan mampu membawa tim asal Papua tersebut lolos ke kompetisi sepak bola level tertinggi di Indonesia tersebut.
Namun, sumbar Persiram itu tidak membuat mental Semen Padang keder. Pengalaman di babak delapan besar menjadi modal penting bagi pelatih Arcan Iurie untuk memodifikasi timnya lebih baik lagi. Saat itu Semen Padang berhasil menahan imbang 1-1 Persiram.
''Kans untuk lolos ke ISL hanya tinggal satu jalan, yakni memenangkan pertandingan terakhir. Jadi, tidak ada kamus untuk bermain santai dan pelan. Kami harus progresif untuk mengambil poin itu,'' ungkap Arcan. (dik/c10/diq)
