
Peluang Pelita Jaya untuk tetap bisa berlaga di pentas Liga Super Indonesia (ISL) musim depan masih terbuka walau tergolong tipis. The Young Guns bisa bertahan dengan syarat mampu mengalahkan tamunya Persela Lamongan di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Minggu 30 Mei 2010.
"Peluang kami masih terbuka walau sangat tipis. Jadi, Pelita belum kiamat. Sekecil apapun peluang tersebut akan coba kami manfaatkan dengan baik. Kami juga sudah minta pada pemain agar bermain dengan sungguh-sungguh, mengutamakan kerjasama tim. Dengan adanya kemauan tinggi serta dukungan dari manajemen tim, saya optimistis hasil positif akan bisa didapat," kata asisten pelatih Pelita, Arjuna Rinali pada GOSport.
Lalu, Persebaya Surabaya maupun Persik Kediri takluk dari lawan-lawannya. Kemudian, Persebaya bermain seri atau kalah dari Persik pada laga tunda.
Terbukanya peluang Jajang Mulyana dan kawan-kawan untuk bertahan sehubungan dengan diterimanya banding Persik atas Persebaya. Oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Persik dinyatakan kalah WO (walk over) karena tidak mampu menggelar pertandingan kandang melawan Persebaya. Nilai Persebaya sudah 39 berkat kemenangan 3-0 atas Persik. Namun, hasil itu untuk sementara dianulir oleh Komdisi Banding (Komding) PSSI.
Dengan keputusan tersebut, Pelita maupun Persebaya sama-sama mengoleksi 36 poin. Namun, jumlah pertandingan Pelita lebih banyak ketimbang Persebaya. Selisih gol tim Bajul Ijo juga jauh lebih bagus.
Meski tidak signifikan, performa Pelita mengalami peningkatan seusai ditinggal pelatih Fandi Ahmad. Kemenangan beruntun sebanyak tiga kali di pentas Liga Super jadi bukti. Ada pun kemenangan yang mereka koleksi didapat atas Persib Bandung 2-1, Sriwijaya FC 3-2 dan Persijap Jepara 1-0.
Diunggulkan
Pelita semakin diunggulkan sebagai pemenang lantaran lawannya Persela sudah aman dari ancaman degradasi. Kesempatan tim besutan Jajang Nurjaman ini untuk membalas kekalahan 1-2 di putaran pertama sangat terbuka.
Ya, dengan koleksi 42 poin Persela sudah tidak mungkin lagi dikejar kontestan di bawahnya. Namun, dengan tampil tanpa beban justru bisa membawa dampak positif terhadap tim asuhan Joko Susilo.
Mantan pelatih Semen Padang ini berjanji akan menurunkan formasi terbaik dan tidak mau bermain 'sepakbola gajah' untuk menolong Pelita. "Kami akan tampil maksimal, tapi jika hasilnya tidak maksimal, itu bukan karena kami sengaja mengalah," katanya.
PRAKIRAAN FORMASI
PELITA JAYA (4-4-2): 21-Wardana, 22-Ardan, 13-Jufriyanto, 2-Supardi, 6-Agustiar, 23-M Ridwan, 14-Yuthajak, 4-Jusmadi, 11-Esteban, 29-Barkaoui, 17-Jajang
Pelatih: Jajang Nurjaman
PERSELA (3-4-3): 81-Chairul, 15-Fabiano, FX Yanuar, 5-Taufiq, 17-Martin Zada, 44-Sukadana, 19-Jimmy Suparno, 27-Tommy Rifka, 9-Samsul Arif, 18-Dicky Firasat, 90-Franco Hitta
Direktur Teknik: Joko Susilo
Laporan: Daniel Siahaan/GOSport
