Share |

Membidik Kualitas Individu


Djarum Indonesia Super League (DISL) masih menyisakan misteri. Status pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak masih cair. Kompetisi masih menyisakan satu laga.


Kesempatan terakhir pemain menggenjot performa musim ini. Bukan hanya nilai kontrak musim depan, melainkan juga mengamankan peluang gelar individu. Saat ini sudah ada 56 nama dari 462 amunisi calon pemain terbaik.Namun, hanya 16 nama yang dinilai layak sebagai nomine. Mereka cukup memenuhi syarat, seperti kontribusi pada klub, kualitas individu, juga memenuhi aspek kedisiplinan. CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono mengungkapkan,penilaian pemain dari berbagai aspek. ”Secara umum, penilaian pemain didasarkan pada tiga faktor itu. Secara teknis, pemain harus memiliki menit bermain tinggi, selain peringkat klub.Pemain juga punya skillbagus,walau jumlah gol tidak berpengaruh signifikan,” ungkap Joko kemarin.

Mengacu klasemen, status best player mengerucut pada Arema Indonesia, Persipura Jayapura, Persiba Balikpapan,Persija Jakarta, bahkan Persib Bandung. Juara DISL Arema sedikitnya memiliki empat kandidat,meski sebenarnya punya potensi lain dari Noh Alamsyah. Bomber asal Singapura itu merupakan pilar Singo Edan dengan durasi bermain 2.439 menit atau 82% dan melesakkan 13 gol. Namun, sikapnya di lapangan layak dikoreksi setelah mengoleksi delapan kartu kuning dan dua kartu merah.Noh juga terlibat insiden di laga Pekanbaru. Kompatirot Noh, gelandang M Ridhuan, juga memiliki peluang sama. Ridhuan punya rapor 2.688 menit atau 91% dengan lima gol. Namun syaratnya, pemain berusia 29 tahun itu dibebaskan dari jerat sanksi setelah bersikap aktif dalam insiden Pekanbaru.

Pesaing pemain Arema adalah punggawa Persipura Jayapura. Mereka juga cukup memenuhi syarat. Bila acuannya perolehan gol, peluang besar milik Alberto ’Beto’ Goncalves dan Boaz Solossa. Beto tercatat sebagai top skor dengan 18 gol, disusul Boaz yang melesakkan 17 gol. Saat ini Beto sudah merumput 2.454 menit atau 83% bersama Mutiara Hitam, sedangkan Boaz 2.031 menit atau 68%. Artinya, rivalitas mereka bertambah menggumpal karena sama-sama memburu top skor. Peta menjadi terjal lantaran duo Persipura ini harus menjauh dari kejaran striker Persib Cristian Gonzales, mesin gol Bontang FC Aldo Baretto,dan amunisi Persiwa Erick Week yang sudah mengemas 17 gol.Peluang Boaz mengulang suksesmusimlaludenganmenggabungkan gelar top skor dan best player akan terulang bila mencetak dua gol,sedangkan pesaingnya mandul.

”Kami berharap pemain terbaik tetap lokal.Tidak striker, tapi pemain tengah. Mereka juga vital bagi tim karena strategi bermain diramu oleh gelandang. Firman Utina, Eka Ramdani,Ahmad Bustomi, dan Ian Kabes cukup layak. Yang penting pemilihannya objektif. Kalau top scorer,Boaz masih berpeluang,” tandas Pelatih Persija Benny Dollo. (wahyu argia/edy yuli)
Share on Google Plus

About 12paz