
Pelatih Arema Indonesia Robert Alberts menyatakan kemenangan Arema atas Persema Malang pada laga putaran kedua Indonesia Super Liga (ISL) di Stadion Gajayana Malang, Selasa (9/3) berkat program latihan refreshing selama dua pekan. "Mental pemain yang sempat jatuh pada babak pertama cepat terangkat kembali pada babak kedua," kata Robert usai pertandingan.
Dalam latihan itu, kata Robert, pemain diajak untuk memancing, outbond dan cross country menggunakan sepeda motor. Tujuannya selain untuk melatih kesabaran juga untuk melatih memulihkan mental yang jatuh. "Program ini berhasil," ujarnya.
Menurut Robert, pada pertandingan melawan Persema, para pemain Arema mendapat pengawalan yang ketat dari para pemain lawan. Para pemain kesulitan menguasai permainan karena para pemain harus adaptasi terlebih dahulu dengan susunan pemain yang baru. Robert mengaku ia terpaksa memasang susunan pemain yang baru karena banyak pemain belakang yang tak bisa bermain. "Penyesuaian ini membuat mental para pemain jatuh. Apalagi, ketika gawang Arema kebobolan,"
Pada babak kedua, mental pemain Arema cepat pulih sehingga berhasil menguasai jalannya permainan. Ini ditambah dengan berhasilnya Arema menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Robert mengaku kemenangan ini juga tak lepas dari dukungan Aremania selama pertandingan berlangsung. "Kami bertanding di kandang lawan, tapi merasa bermain di kandang sendiri. Ini semua berkat Arema," tuturnya.
Pelatih Persema Subangkit menyatakan kekalahan Persema karena faktor mental. Ini terjadi karena provokasi pemain Arema terhadap pemain Persema saat jeda pertandingan berlangsung. "Ada pemain Arema yang mengejar pemain Persema sampai ke ruang ganti. Ini provokasi yang membuat mental pemain jatuh," ujar Subangkit.
Subangkit juga mengakui faktor pendukung Arema sangat berpengaruh dalam pertandingan ini. "Kami berasa bermain di kandang lawan," ujar Subangkit.
Pertandingan Persema melawan Arema berakhir dengan skor 1-3. Persema berhasil unggul terlebih dahulu melalui kaki Siswanto pada menit ke 15. Arema kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke 33 melalui gol Esteban Guille. Pada babak kedua, Arema unggul menjadi 2-1 setelah Roman Chamello memasukkan gol pada menit ke 57 dan M Ridhuan memperbesar kemenangan menjadi 3-1 pada menit ke 77.
Pertandingan yang dipimpin wasit Setiono asal Sidoarjo ditonton oleh sekitar 15 ribu penonton. Setiono mengeluarkan tiga kartu kuning masing-masing untuk pemain Persema Siswanto dan Bima Sakti dan Pemain Arema Jua Revi. Wasit sempat menunda pertandingan selama 10 menit untuk memasang kembali papan skor pertadingan yang diturunkan penonton. BIBIN BINTARIADI
