Share |

Jacksen Keluhkan Jadwal Padat Persipura


Tampil dalam dua event dalam waktu yang berdekatan membutuhkan stamina prima, mental kuat, serta materi pemain mumpuni. Akibat padatnya jadwal pertandingan serta tingginya kualitas lawan, Persipura Jayapura sulit eksis.

Sebagai juara bertahan Liga Super Indonesia (ISL), Persipura berhak tampil di ajang Liga Champions Asia. Namun, kesempatan emas itu tak bisa dimanfaatkan dengan baik.

Dalam dua laga, pasukan Jacksen Tiago takluk dua kali dan kemasukan 13 gol. Beruntung, Eduard Ivakdalam dan kawan-kawan masih bisa eksis di kompetisi lokal. Mereka belum terkalahkan hingga laga ke-15 secara beruntun, sebuah hasil yang tidak dimiliki kontestan ISL lainnya.

“Kami tak bisa maksimal di Champions karena kualitas lawan lebih baik. Jadwal dalam kompetisi lokal juga kurang mendukung,” terang Jacksen pada GOSport.

Ia memberi contoh, pada 23 Februari, Mutiara Hitam tampil di Liga Champions Asia menjamu Jeonbuk Motors, Korsel. Lalu, pada 27 Februari menjamu PSM Makassar.

Kemudian, pada 9 Maret bertandang ke markas Changchun Yatai. Empat hari kemudian dijamu PSPS Pekanbaru, dan pada 16 Maret bertemu Persija Jakarta.

Pada 20 Maret, giliran Persiba Balikpapan yang menjamu Persipura. Empat hari kemudian, Persipura dijamu Kashima Antlers.

“Tak haya stamina dan konsentrasi yang terkuras, juga perubahan cuaca. Bayangkan, suhu di Changchun di bawah 18 derajat celsius, lalu kami langsung bermain di udara panas Pekanbaru. Udara di Pekanbaru termasuk terpanas di Indonesia. Tapi puji Tuhan, kami banyak dapat berkat,” katanya.

Beruntung kehadiran Oswaldo Lessa, asisten Jacksen yang didatangkan khusus dari Brasil bisa menyulap fisik para pemain sehingga bisa tampil bagus walau belum memuaskan.

“Ya, saya harus akui Lessa banyak membantu fisik pemain walau belum sempurna. Ukurannya, Liga Super karena Liga Champions bukan kelas Indonesia,” ujarnya.

Menghadapi Persiba Balikpapan pada 20 Maret, Persipura kembali kehilangan Victor Igbonefo dan Imannuel Wanggai karena dibalut cedera. Tapi, Bhio Paulin sudah terbebas dari hukuman akumulasi kartu kuning. Bhio bersama Tan Tiang dan Ricardo Salampessy akan menjadi andalan di sektor pertahanan.

“Persiba tim bagus. Selain Arema, mereka termasuk tim paling konsisten dan bisa berada di papan atas dari awal kompetisi hingga sekarang. Mereka juga punya pemain berkualitas, seperti Julio Lopes, Robertino Pugliara, Feri

Ariawan dan Mijo Dadic. Dadic sering sekali menjadi penyelamat tim di kala terjadi kebuntuan di lini depan. Tapi, kami akan berusaha memperpanjang rekor tak terkalahkan,” ujarnya.

Laporan: Daniel Siahaan/GOSport
Share on Google Plus

About 12paz