
Manajemen PSM mengaku kini sedang kebingungan mencari stopper baru untuk diajak bergabung di PSM. Sejumlah nama memang telah mampir, namun nama-nama tersebut kurang meyakinkan.
"Kita masih mencari pemain stopper, tapi belum ada nama yang muncul," kata Manajer PSM, Hendra Sirajuddin, Kamis, 4 Februari. Dua nama sebenarnya telah ditawarkan Ali Bomber Management, yakni Jefri Prasetyo dan Restu Kartiko.
Namun berdasarkan diskusi dan masukan dari tim teknik, Jefri dianggap kurang meyakinkan, karena saat dipecat dari Arema Malang, dianggap kualitasnya di bawah standar. Sementara Restu Kartiko (eks PSMS Medan) sulit direkrut, karena dia minta satu paket dengan Boy Jati Asmara. "Ini yang membuat kita sulit, karena hanya membutuhkan satu stopper," jelas Hendra.
Karena kesulitan mencari stopper itulah, manajemen berinisiatif melakukan hunting sendiri. Salah satu tujuan adalah anak-anak Papua. "Kita berusaha mengontak kenalan di Papua untuk mendatangkan stopper lokal yang memiliki pengalaman, minimal bermain di PON Kaltim 2008. Mudah-mudahan bisa dapat," ungkap sumber dari pengelola PSM.
Tim Teknik PSM mengaku masih membutuhkan stopper, karena barisan lini belakang PSM masih dianggap rawan. Apalagi empat pemain belakang PSM; Faturrahman, Handi Hamzah, Joo Ki Hwan, dan Rendy Siregar tidak memiliki pemain lapis seimbang.
Saat uji coba melawan U-21 Rabu lalu, keempat pemain ini pun masih gampang dilewati lawan. Padahal tim U-21 di atas kertas bisa ditundukkan. "Lini tengah sudah tidak ada masalah. Lini belakang yang perlu ada tambahan tenaga," kata Asisten Manajer Bidang Teknik PSM, Abdi Tunggal. (aci)
