| Laga berat harus dilakoni Persisam Putra di awal putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2009/2010. Beban harus memenangkan pertandingan untuk menutupi pemotongan poin, menjadi beban tersendiri saat menghadapi PSPS Pekanbaru, di Stadion Segiri pukul 16.30 Wita. Beban terasa lebih berat, karena lawannya baru saja menyisakan luka berupa kekalahan di pertandingan penutup putaran pertama. Pada 27 Januari lalu di Stadion Kaharuddin Nasution, skuad Pesut Mahakam harus takluk 0-2 lewat gol Dzumafo Epandi Herman dan April Hadi. Kekalahan semakin menyakitkan, karena target awal mendapatkan poin untuk dipersembahkan pada H Harbiansyah Hanafiah selaku General Manager (GM), urung terlaksana. “Kali ini kita main di kandang sendiri dan saya pikir tak ada alasan kita tak memenangkan pertandingan. Pengurangan angka saya pikir semakin mengangkat motivasi pemain,” kata Aji Santoso, arsitek Persisam Putra. Kesempatan membalas kekalahan memang sangat terbuka bagi tuan rumah. Apalagi PSPS tak pernah mampu pulang membawa poin dari kandang Persisam Putra dalam dua kali pertemuan di Samarinda. Namun Aji juga jangan sampai lupa, pemain Persisam Putra bisa tampil di bawah form saat keinginan banyak pihak mendapatkan poin penuh, disandarkan kepada mereka. Kekalahan atas Persitara dan hasil imbang lawan Persiwa perlu dijadikan pengalaman berharga. Saat itu ambisi diusung tinggi, namun akhirnya kekalahan dan hasil imbang menjadi akhir cerita. “Mental pemain saya pikir sudah tak masalah lagi. Kami tahu masyarakat Samarinda ingin tim ini menang di setiap pertandingan kandang untuk mendongkrak posisi di klasemen sementara. Pemain juga pasti tahu itu dan menjadi tugas mereka merealisasikannya lawan PSPS,” kata Aji. Kehadiran tiga pemain baru yaitu Choi Dong Soo, Sony Kurniawan dan Agus “Dinho” Priyanto, diharapkan mengubah warna permainan Persisam Putra selama ini. Dalam laga uji coba menghadapi Persisam Putra U-21, penampilan Choi dan Agus dinilai cukup bagus. Artinya kekuatan di lini tengah dipastikan semakin solid, karena Aji kemungkinan besar menempatkan Choi sebagai trio asing di barisan tengah bersama Ronald Fagundez dan Danilo Fernando. Sedangkan di depan, Zaenal Arief dan Pipat Thonkaya punya kans sama untuk diturunkan. 3 gol Zaenal dalam laga uji coba, diharapkan Aji terus terjadi sampai laga sore ini. Formasi 4-2-3-1 tetap dipertahankan Aji besok sore, sambil melihat perkembangan di lapangan selama pertandingan berjalan. “Yang jelas kami ingin membuka putaran kedua dengan angka penuh. Kami sudah melupakan kekalahan di Pekanbaru dan sekarang adalah kesempatan membalasnya,” kata Aji lagi. Sementara itu saat disinggung kekuatan PSPS, Aji mengatakan tim besutan Abdul Rahman Gurning tersebut adalah tim solid. Kebersamaan dan organisasi permainan tim berjuluk Asykar Bertuah, disebutnya sangat baik. Dzumafo Epandi menjadi pemain paling diwaspadai, selain barisan gelandang dengan kecepatan bagus seperti Ade Chandra Kirana, Ade Suhendra serta Cyril Tchana. “Tapi tak ada pengawalan khusus untuk satu pemain. Setiap pemain PSPS yang masuk daerah kami, semua kami anggap berbahaya. Semoga dukungan masyarakat Samarinda mengangkat motivasi pemain sampai ke level tertinggi untuk memenangkan pertandingan kandang,” tegasnya. (upi) |

