
Midfielder Sriwijaya FC (SFC) Ponaryo Astaman terus menunjukkan progres terbaik. Ponaryo sendiri, memiliki peranan yang sangat vital di lini tengah. Bahkan, pemain kelahiran Balikpapan, 25 September 1979 ini, mampu menjadi jangkar tim berjuluk Laskar Wong Kito dengan maksimal.
Pada enam laga Sriwijaya FC di ajang Djarum Indonesia Super League (DISL) edisi II, pemilik jersey 11 ini, masih menjadi pilihan utama coach Rahmaad Darmawan. Mobilitas mantan pemain Arema Malang ini, sebagai gelandang bertahan terbilang sangat efektif.
“Kami rasa Ponaryo merupakan salah satu midfielder terbaik Indonesia saat ini. Untuk itu, kami harapkan Ponaryo dapat memberikan kontribusi saat menghadapi Persijap besok (hari ini, red),” kata coach Sriwijaya FC Rahmad Darmawan kepada Sumatera Ekspres kemarin, (5/12)
Peran vital Ponaryo kepada tim, diakui oleh pelatih yang akrab disapa RD ini. Lanjutnya, tim Laskar Wong Kito, sangat membutuhkan pengalaman dan kemampuan Ponaryo dalam menggalang serangan. RD berharap, gelandang elegan ini dapat terus menjaga kondisi kebugaran fisik, sehingga dapat selalu tampil konsisten pada setiap laga.
“Kami rasa Ponaryo adalah pemain yang pandai mengatur tempo permainan. Dia tahu kapan saat harus bermain dengan cepat dan kapan harus bermain dengan tidak terburu-buru. Bahkan dia memiliki pasing yang cukup bagus, selalu terarah dan terukur,” pungkasnya.
Sementara itu, Ponaryo Astaman menambahkan, Sriwijaya FC adalah tim kesebelasan. Oleh karena itu, tidak bisa tergantung pada peforma dari salah satu pemain. ”Bermain dengan kerja sama tim jauh lebih baik. Dari pada bermain dengan individual. Makanya saya lebih suka memberikan assist sari pada harus melakukan tendagan spekulasi,” timpal Ponaryo. (mg42)
Profil
Nama : Ponaryo Astaman
TTL : Balikpapan, 25 September 1979
Tinggi : 172 cm
Posisi : Gelandang Bertahan
Karir Klub : 2000-2003 PKT, 2004-2006 PSM, 2006-2007 Malaka Telekom (Liga Malaysia), 2007-2008 Arema, 2008-2009 Persija Jakarta, 2009- Sriwijaya FC, Tim nasional (timnas) 2003- Sekarang
