Share |

Pelita Jaya vs Arema = 0-2 , Singo Benar - Benar Edan !!


Bermain tampa dua pemain andalannya, Piere Njanka dan Noh Alam Shah, Arema Malang justru lebih menguasai pertandingan dibanding tuan rumah Pelita Jaya Purwakarta, Rabu (2/11/2009) di stadion Singaperbangsa, Karawang.

Meski bermain di kandang lawan, namun Arema sangat percaya diri. Mereka menyerang pertahanan Pelita sejak pluit dibunyikan. Laga baru empat menit Arema sudah unggul melalui Chmelo Roman. Menerima umpan dari M Ridhuan, Roman berhasil menceploskan bola ke gawang I Made Wardana.

Dalam kondisi tertinggal Pelita mencoba mengejar ketertinggalan. Apalagi mereka berstatus tuan rumah dan didukung ribuan suporter. Namun hingga babak pertama masuk menit ke-30, duet Fonseca dan Siraj masih belum mampu menggetarkan gawang Singo Edan.

Peluang terbaik Pelita didapat ketika umpan Supardi dari sisi kanan pertahanan Arema masih bisa diselamatkan kiper Kurnia Meiga. Kiper muda usia ini terbang untuk menangkap bola hasil crossing kapten Pelita Jaya itu.

Tiga menit jelang babak pertama usai giliran Arema yang mendapat peluang melalui Rahmad Affandi. Namun tendangan luar kotak mantan pemain PSMS Medan itu masih melambung di atas gawang Meiga. Hingga babak pertama usai, skor 0-1 masih bertahan.
Masuk babak kedua, Pelita Jaya mencoba menambah daya serang dengan memasukkan I Made Wirahadi. Mantan pemain Persita Tanggerang ini langsung mendapat peluang emas menit 50. Sayang, Wirahadi kurang tenang sehingga peluang terbuang percuma.

Satu menit setelah peluang Wirahadi, terjadi kemelut di depan gawang Arema yang dijaga Kurnia Meiga. Tapi sekali lagi, lima pemain Pelita yang berada dikotak penalti tidak bisa memanfaatkan peluang emas itu.

Bahkan terhitung sejak kick off babak kedua baru berjalan 15 menit, sedikitnya enam peluang emas yang tidak bisa diselesaikan dengan baik oleh anak asuh Fandi Ahmad ini. Sedangkan Arema, lebih banyak bertahan dan hanya menyisakan Rahmad Affandi di lini depan.

Pelita terus menerus menekan pertahanan Arema. Mereka berhasrat untuk mengejar ketertinggalan atas Arema. Meski bertubi-tubi dihujani serangan dari semua lini, namun barisan pertahanan Singo Edan cukup tangguh. Mereka mampu menahan gempuran Firman Utina dkk.

Arema harusnya mendapat hadiah penalti ketika Chmelo Roman dijatuhkan kiper I Made Wardana di kotak terlarang, namun wasit Armando Pribadi tidak menganggap itu pelanggaran. Padahal, jelas terlihat jika Wardana sengaja mengganjal kaki pemain asal Slovakia itu.

Keasyikan menyerang membuat lini belakang Pelita lengah. Memanfaatkan umpan silang Hermawan di menit 83, Rahmad Affandi yang berdiri bebas berhasil menggandakan skor menjadi 0-2. Skor ini bertahan hingga babak kedua usai. [sya/ted]
Share on Google Plus

About 12paz