Share |

Joint Committee Rancang Kongres 24 September


DI hadapan tim investigasi AFC, LA Nyalla Mattalitti dan Djohar Arifin Husin sepakat bentuk Joint Committee. JC bertugas gelar kongres 24 Sepetember.

Pertemuan tahap 2 pengurus PSSI pimpinan La Nyalla dan pimpinan Djohar Arifin dengan tim investigasi AFC berakhir dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Salah 1 butir dalam MoU yang diteken Kamis (7/6) di Kuala Lumpur, Malaysia, adalah membentuk JC yang beranggotakan 4 perwakilan dari PSSI pimpinan La Nyalla dan 4 perwakilan PSSI pimpinan Djohar Arifin. JC bekerja di bawah pengawasan tim investigasi AFC.

JC akan mengambil alih seluruh kontrol dan aktivitas PSSI. Dan, tiap keputusan maupun kebijakan yang diambil JC harus dapat restu dari tim investigasi AFC.

"JC bukan penggabungan Komite Eksekutif (Exco) PSSI La Nyalla dan Djohar Arifin. JC beranggotakan 8 orang, masing-masing 4 dari PSSI La Nyalla dan 4 dari PSSI Djohar Arifin. JC harus dibentuk sebelum deadline FIFA pada 15 Juni 2012," ungkap Joko 'Jodri' Driyono, CEO PT Liga Indonesia (LI), salah 1 perwakilan PSSI La Nyalla dalam pertemuan dengan tim invetigasi AFC, Kamis (7/6).

Selain mengambil alih kontrol dan aktivitas PSSI, JC juga bertugas memformulasikan solusi dari seluruh permasalahan yang menyelimuti sepakbola Indonesia. Puncaknya, JC bertugas gelar kongres pada 24 September 2012 dengan peserta dan voter sesuai Kongres Luar Biasa (KLB) 9 Juli 2011 di Solo.

"JC juga bicara masalah-masalah yang melanda sepakbola Indonesia, amandemen statuta, kompetisi maupun federasi. Puncaknya, JC gelar kongres yang direncanakan bergulir 24 September 2012," kata Jodri.

"Agenda kongres juga ditentukan JC. Yang pasti, kongres 24 September itu peserta dan voternya harus sesuai KLB 9 Juli 2011 di Solo yang diverifikasi JC," lanjut Jodri lewat sambungan telepon.

Jodri menambahkan, MoU yang disepakati La Nyalla dan Djohar Arifin hanyalah pijakan bagi FIFA dalam menentukan keputusannya pada 15 Juni 2012. Jika diterima, butir-butir dari MoU itu dapat langsung dijalankan.

"MoU itu hanya pijakan bagi FIFA membuat keputusannya soal kisruh sepakbola Indonesia pada 15 Juni 2012. Jadi, semua masih menunggu keputusan FIFA," pungkas Jodri.

Soal butir-butir lengkap MoU, Direktur Media PSSI Azwan Karim menyatakan belum bisa diungkap. "Keputusan lengkap dalam MoU belum dapat kami berikan demi menghormati AFC," tegas Azwan.
ksb
Share on Google Plus

About 12paz