
Sementara itu pemilik klub saat ini, Federasi Sepak Bola Australia (FFA) akan mempertahankan 30 persen lainnya sembari mencari investor lain.
Dali Tahir, yang rencananya akan menjadi ketua Roar, dan juga Aga Bakrie akan berada di Brisbane pada Jumat untuk melakukan pengumuman resmi dengan kepala eksekutif FFA, Ben Buckley dan ketua A-League, Lyall Gorman.
Sebelum menguasai saham Brisbane Roar, Bakrie Grup juga memiliki klub Indonesia, Pelita Jaya dan klub Divisi II Belgia, CS Visse.
“Bakrie Group memiliki perhatian terhadap olahraga, dan kami memiliki investasi di sejumlah klub sepakbola di seluruh dunia,” ujar Aga Bakrie pada Courier-Mail.
“Filosofi kami adalah investasi untuk jangka panjang dan membangun klub untuk sukses dalam cara yang terkontrol dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Aga menolak anggapan yang menyatakan Bakrie Group akan memengaruhi tim dengan memasukkan pemain Indonesia untuk bermain di Roar.
Menurutnya, meskipun telah resmi menjadi pemilik baru, Bakrie Group tidak akan turut campur dan menyerahkan pemilihan pemain pada pelatih Roar, Ange Postecoglou.
“Pendekatan (kami) termasuk memastikan seleksi tim tetap menjadi tanggung jawab manajer (Postecoglou), bukan pemiliknya,” tutur Aga.
Ketua FFA, Buckley merasa senang dengan ketertarikan Bakrie Group, dan mengatakan semuanya sejalan dengan keinginan Roar.
“Kami telah bekerja sangat keras untuk menemukan investor yang tepat untuk klub pemimpin A-League ini dan sudah berbicara dengan Bakrie Group dalam beberapa waktu,” ungkap Buckley.
“Mereka memiliki latar belakang yang kuat dalam sepak bola melalui kepemilikan klub lainnya,” jelasnya.[vv/lu
