Share |

Skorsing Persema dan Persibo Dicabut


Dua klub anggota Liga Primer Indonesia (LPI), Persema dan Persibo, secara resmi dicabut skorsingnya oleh PSSI. Sebelumnya, kedua klub ini dikenai skorsing oleh pengurus PSSI yang lama karena bergabung ke kompetisi bermotto Change The Game.

Pencabutan skorsing itu diumumkan langsung oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. “Persema dan Persibo telah dicabut hukuman skorsingnya oleh PSSI,” ujar Djohar Arifin Husin dalam acara buka puasa bersama para pengurus PSSI di Jalan Jenggala, Jakarta Selatan, Senin (15/8) malam.

Berdasarkan rilis LPI, Selasa (16/8/2011), pencabutan skorsing itu merupakan salah satu hasil rapat Komite Eksekutif PSSI yang digelar Senin (15/8) sore di kantor PSSI, Senayan, Jakarta.

Menurut Djohar, karena yang menskorsing Persema dan Persibo adalah komite eksekutif atau executive committee (exco) pada masa kepengurusan PSSI terdahulu, maka untuk mencabutnya juga melalui keputusan komite eksekutif. Sedangkan soal skorsing terhadap PSM yang juga ikut dalam kompetisi di LPI, telah diselesaikan oleh Komite Normalisasi (KN), beberapa waktu lalu.

Djohar, yang menjadi imam shalat Maghrib dalam acara buka puasa bersama itu, juga mengungkapkan soal salary cap (pembatasan gaji pemain) pada liga profesional mendatang yang banyak dibicarakan publik. Menurut mentan Sekjen KONI itu, PSSI bukanlah pihak yang menentukan berapa besarnya. “Jadi, selama ini banyak yang menuding kalau salary cap ditentukan oleh PSSI. Itu salah besar,” kata pria yang pernah menjadi pemain PSMS ini.

Menurut Djohar, keputusan untuk salary cup akan ditentukan dalam pertemuan klub mendatang. Nah, klub-klub yang sudah lolos assessment (penilaian) dari AFC nanti itulah yang berkah menentukan berapa salary cap yang diberikan kepada pemain. Itu baru dibicarakan setelah penentuan klub-klub yang lolos menjadi klub profesional oleh AFC.

Dan, yang menentukan sebuah klub itu profesional nanti adalah hasil penilaian AFC. “Kelasnya nanti tergantung dari persyaratan yang telah dipenuhi. Bila penilaian klub profesional sudah selesai, baru ditentukan apakah perlu diadakan pembagian wilayah atau tidak. Semuanya ada alternatif dan untung ruginya. Itu yang menjadi pertimbangan kita nanti,” kata Djohar Arifin Husin, sosok yang selalu tampil bersahaja itu. [but]
Share on Google Plus

About 12paz