
- Keputusan FIFA memberi kelonggaraan kepada PSSI untuk melaksanakan kongres ulang mendapat respon positif dari salah satu anggota komite normalisasi (KN) PSSI, FX Hadi Rudyatmo. Dijumpai di ruang kerjanya kemarin (31/5), pria yang juga menjabat sebagai Ketum Persis Solo tersebut mengaku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua yang diberikan oleh otoritas tertinggi sepakbola dunia tersebut.
"Saya selaku anggota Komite Normalisasi PSSI sangat berterima kasih kepada FIFA yang telah memberi kelonggaran kepada PSSI. Kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu dan berusaha untuk menyelesaikan semua permasalahan di kongres ulang nanti," kata pria yang akrab disapa Rudy tersebut .
Nah, untuk mensukseskan kongres ulang nanti, pria yang akrab disapa Rudy tersebut mengaku telah memiliki trik jitu agar kejadian beberapa waktu lalu tidak terulang kembali. Hal ini berkaca dari pengalaman kongres terdahulu yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, 20 Mei. Kongres yang diperkirakan bakal berlangsung lancar, ternyata berakhir rusuh dan berujung deadlock.
Kerusuhan terjadi karena adanya beberapa kelompok, terutama kelompok 78 (K-78) yang ngotot memperjuangkan keinginannya meloloskan pasangan George Toisutta-Arifin Panigoro (GT-AP) sebagai calon ketua umum PSSI. Padahal, kedua tokoh tersebut sudah tidak disetujui oleh FIFA.
"Cara terbaik adalah dengan mengubah sistem penyelenggaraan kongres. Kalau pada kongres sebelumnya kurang ketat, besok harus lebih diperketat," tegas Rudy.
Perubahan sistem yang dimaksud lebih kepada peraturan peserta kongres nanti. Peserta kongres dan pemilik hak suara (quoter) wajib dibedakan secara jelas dengan menggunakan kartu identitas. Dengan adanya klasifikasi tersebut, pelaksanaan kongres sudah pasti bakal mengalami perubahan. Pengunjung yang tercatat sebagai peserta kongres boleh mengikuti upacara pembukaan. Hanya saja, mereka tidak diizinkan mengikuti jalannnya pemilihan ketua umum. Jalannya, pemilihan ketua umum PSSI nantinya hanya diperuntukkan khusus bagi pemegang hak suara.
"Kalau sistem ini jalan, saya yakin pelaksanaan kongres nanti bisa berjalan tertib. Tidak seperti kemarin, pemilik suara banyak yang diam, tapi yang ribut justru peserta yang enggak punya hak suara," terang Rudy.
Di sisi lain, Rudy berencana memberi usulan agar kongres ulang PSSI digelar di Kota Solo. Ngototnya Rudy untuk menyelenggarakan kongres di Kota Solo, karena kota Bengawan tersebut dinilai merupakan daerah netral dan bukan merupakan basis dari salah satu kelompok yang berkepentingan.
"Jika saya diminta kembali menanggani KN, saya akan mengusulkan secara langsung kalau kongres mendatang digelar di Solo. Kota Solo adalah daerah netral, sehingga bisa meminimalisir kerusuhan," ujarnya. (fer)
