
Berbagai cara dilakukan sebuah tim untuk mempertahankan performa. Selain mengasah kemampuan teknis, mereka juga mengandalkan aspek nonteknis.
Timnas Indonesia memiliki ramuan khusus untuk mempertahankan stamina pemain selama bertarung di Piala AFF 2010, 1–29 Desember. Tim Merah Putih mengandalkan khasiat whey protein. Ramuan khusus terdiri atas whey protein, air, dan perasa untuk menjaga stamina pemain. ’’Whey protein itu terdiri atas asam amino dengan kadar 80%, sisanya air dan perasa. Kami berikan perasa agar pemain suka, entah itu cokelat atau jeruk. Fungsinya untuk menggantikan massa otot yang hilang setelah pemain bertanding,” ungkap Dokter Gizi Timnas Indonesia Erwin Christianto, kemarin.
Whey protein sebenarnya sudah diberikan kepada pemain sejak menjalani pemuatan latihan (TC) permanen, 8 Oktober lalu. Ramuan tersebut diberikan kepada pemain setelah berlatih. Untuk latihan pagi, whey protein ditambah karbohidrat sederhana. ’’Komposisi minuman tersebut selalu diberikan setelah pemain berlatih, baik latihan pagi maupun sore. Kami tambahkan sedikit campuran bila pemain berlatih pagi hari. Saat bertanding, pemain baru diizinkan mengonsumsinya seusai laga. Bagaimanapun, kehilangan cairan 2 liter seusai berlaga harus diatasi secepatnya,” ujar sang dokter.
Tim Merah Putih sempat mengeluhkan banyaknya pemain cedera karena kekurangan cairan. Terbatasnya recovery antarlaga selama fase penyisihan grup juga menjadi masalah lain. Tingginya beban yang diterima pemain sempat mengakibatkan cedera terhadap Firman Utina dan Zulkifli Syukur. Dr Erwin menambahkan, reaksi akan dirasakan pemain empat jam setelah meminum ramuan whey protein. Ramuan tersebut diklaim lebih cepat diserap tubuh dibandingkan jenis protein lain. Lalu, efek yang dirasakan adalah kebugaran pemain kembali seperti sebelum bertanding.
’’Komposisi whey protein bisa memberi energi tambahan, selain cepat mengganti tenaga yang hilang. Nantinya pemain bisa bermain penuh selama 90 menit seperti laga sebelumnya,” tandasnya. Memang banyak cara setiap tim untuk menjaga stamina para pemainnya. Di level dunia, treatment khusus juga dilakukan timnas Korea Selatan (Korsel). Untuk mempertahankan stamina pemain di Piala Dunia 2002, Korsel mengandalkan khasiat ginseng. Hasilnya, tim berjuluk Taeguk Warriors itu mengukir sejarah dengan menjadi tim Asia pertama yang melaju sampai semifinal dan finis di urutan 4. Langkah serupa dilakukan Jerman pada Piala Dunia 2006.
Der Panzer memakai bir dengan kadar alkohol rendah sebelum merumput untuk menjaga performa pemain. Di level domestik, Sriwijaya FC (SFC) sempat mengandalkan media kurma Arab untuk menopang stamina pemain selama babak 8 besar Divisi Utama 2007. Hasilnya, klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut sukses meraih double winners Liga Indonesia dan Piala Indonesia. _ abdul haris
Timnas Indonesia memiliki ramuan khusus untuk mempertahankan stamina pemain selama bertarung di Piala AFF 2010, 1–29 Desember. Tim Merah Putih mengandalkan khasiat whey protein. Ramuan khusus terdiri atas whey protein, air, dan perasa untuk menjaga stamina pemain. ’’Whey protein itu terdiri atas asam amino dengan kadar 80%, sisanya air dan perasa. Kami berikan perasa agar pemain suka, entah itu cokelat atau jeruk. Fungsinya untuk menggantikan massa otot yang hilang setelah pemain bertanding,” ungkap Dokter Gizi Timnas Indonesia Erwin Christianto, kemarin.
Whey protein sebenarnya sudah diberikan kepada pemain sejak menjalani pemuatan latihan (TC) permanen, 8 Oktober lalu. Ramuan tersebut diberikan kepada pemain setelah berlatih. Untuk latihan pagi, whey protein ditambah karbohidrat sederhana. ’’Komposisi minuman tersebut selalu diberikan setelah pemain berlatih, baik latihan pagi maupun sore. Kami tambahkan sedikit campuran bila pemain berlatih pagi hari. Saat bertanding, pemain baru diizinkan mengonsumsinya seusai laga. Bagaimanapun, kehilangan cairan 2 liter seusai berlaga harus diatasi secepatnya,” ujar sang dokter.
Tim Merah Putih sempat mengeluhkan banyaknya pemain cedera karena kekurangan cairan. Terbatasnya recovery antarlaga selama fase penyisihan grup juga menjadi masalah lain. Tingginya beban yang diterima pemain sempat mengakibatkan cedera terhadap Firman Utina dan Zulkifli Syukur. Dr Erwin menambahkan, reaksi akan dirasakan pemain empat jam setelah meminum ramuan whey protein. Ramuan tersebut diklaim lebih cepat diserap tubuh dibandingkan jenis protein lain. Lalu, efek yang dirasakan adalah kebugaran pemain kembali seperti sebelum bertanding.
’’Komposisi whey protein bisa memberi energi tambahan, selain cepat mengganti tenaga yang hilang. Nantinya pemain bisa bermain penuh selama 90 menit seperti laga sebelumnya,” tandasnya. Memang banyak cara setiap tim untuk menjaga stamina para pemainnya. Di level dunia, treatment khusus juga dilakukan timnas Korea Selatan (Korsel). Untuk mempertahankan stamina pemain di Piala Dunia 2002, Korsel mengandalkan khasiat ginseng. Hasilnya, tim berjuluk Taeguk Warriors itu mengukir sejarah dengan menjadi tim Asia pertama yang melaju sampai semifinal dan finis di urutan 4. Langkah serupa dilakukan Jerman pada Piala Dunia 2006.
Der Panzer memakai bir dengan kadar alkohol rendah sebelum merumput untuk menjaga performa pemain. Di level domestik, Sriwijaya FC (SFC) sempat mengandalkan media kurma Arab untuk menopang stamina pemain selama babak 8 besar Divisi Utama 2007. Hasilnya, klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut sukses meraih double winners Liga Indonesia dan Piala Indonesia. _ abdul haris