Thursday, December 16, 2010

Siapa Layak Dampingi El Loco?


Timnas Indonesia akan menetapkan mesin gol berdasarkan komposisi lawan. Komposisi starter striker timnas masih menyisakan tanya. Jika mengacu pada fase penyisihan Grup A, duet Cristian El Loco Gonzales dan Irfan Bachdim kerap menjadi pilihan.

Tim Merah Putih biasanya melakukan sedikit perubahan seusai jeda. Striker Bambang ‘Bepe’ Pamungkas kerap masuk sebagai pengganti Irfan saat menghadapi Laos dan Thailand. Mesin gol Persija Jakarta itu juga sempat meneruskan tugas El Loco saat timnas melawan Malaysia. Namun, pada beberapa latihan terakhir, Pelatih Alfred Riedl sempat menjajal dua kombinasi duet. El Loco sempat diduetkan dengan Irfan pada latihan Senin (13/12). Sehari berikutnya, giliran Bepe yang dimainkan bersama El Loco.

Asisten Pelatih Timnas Indonesia Widodo C Putra mengungkapkan, sampai latihan terakhir kemarin sore, tim Merah Putih belum menetapkan siapa striker yang akan diturunkan sejak awal. Sebab, Indonesia belum tahu komposisi lawan dan strategi mereka. “Filipina bisa saja bertahan dengan mengandalkan counterattack atau bermain normal. Besok (hari ini), kepastian cara bermain mereka akan terbaca setelah DSP (daftar susunan pemain) diketahui,” ungkap Widodo, kemarin. Indonesia sebenarnya memiliki stok empat pemain. Selain El Loco, Irfan, dan Bepe, tim Merah Putih juga masih menyimpan potensi mesin gol pada diri Yongki Aribowo.

Dari komposisi penyerang tersebut, lima dari 13 gol sudah mereka cetak. Rinciannya, Irfan dan Bepe masing-masing mencetak dua gol, lalu sisanya dikemas El Loco. “Indonesia akan mengeksplorasi kemampuan striker bila Filipina memilih bertahan. Kalau lawan bertahan, kami akan memakai striker yang cepat. Kami juga bisa saja mengombinasikannya dengan striker yang bisa membuka ruang,” paparnya. Selama ini Indonesia kerap memanfaatkan kualitas personal El Loco. Bomber Persib Bandung itu dinilai memiliki naluri gol sangat tinggi, selain unggul dalam bentrok fisik.

Sementara kecepatan plus teknik tinggi saat ini menjadi milik Irfan. Namun, seandainya skenario bola bawah macet, tim Merah Putih bisa memanfaatkan kelebihan heading Bepe. “Tipikal Gonzales sangat cocok sebagai targetman. Dia juga mau fight dengan pemain belakang lawan. Tapi, kalau suplai bola sulit dan buntu, Bepe bisa bermain. Bepe juga bisa membuka ruang bagi pemain lain. Hanya, semua masih situasional,” kata Widodo. Namun, Indonesia tetap berusaha mengakomodasi potensi Yongki. Sejak fase penyisihan grup, striker Arema FC tersebut selalu dibangkucadangkan. Widodo menjelaskan, Yongki sementara baru membutuhkan faktor nonteknis sebagai penyangga skill-nya.

Peluang starter lebih besar akan diterima Yongki pada berbagai event berikutnya. “Kami memang belum memainkan Yongki. Potensi dia sebenarnya sangat besar. Tapi, dia masih butuh jam terbang. Keberadaannya di timnas sekarang diharapkan bisa menaikkan motivasinya. Kami berharap dia mau bersabar. Berikutnya akan menjadi miliknya,” pungkas Widodo. Yongki tampil apik pada Indonesia Super League musim lalu saat masih membela Persik Kediri. Namun, Benny Dollo, pelatih timnas Indonesia saat itu tak pernah memasukkannya dalam skuad timnas. Baru pada era Riedl, nama Yongki menghiasi lini depan tim Merah Putih. Namun, dia harus sabar menanti giliran, karena pilihan utama jatuh kepada Gonzales, Irfan dan Bepe. _ wahyu argia