Wednesday, December 15, 2010

Nurdin Halid WO dari Pertemuan Tiket Filipina


Pertemuan segitiga antara PSSI, AFF, dan Federasi Sepakbola Filipina (PPF), Rabu, 15 Desember 2010 berlangsung alot. Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid pun memilih untuk 'walk out (WO)'.

PFF masih ngotot menuntut pembagian penjualan tiket laga Indonesia vs Filipina, Kamis 16 Desember 2010, sebesar 50:50. Namun, PSSI bergeming dan tetap pada opsinya untuk memberikan uang saku saja bagi tim tamu.

"Pembicaraan mengenai profit sharing masih berlangsung alot. Pihak Filipina masih meminta pembagian 50:50 atas penjualan tiket. Namun, kita tidak mau," kata Nurdin kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan.

Pertemuan segitiga digelar di Hotel Sultan, Senayan Jakarta. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Presiden PFF, Jose Mari Martinez, wakil AFF, dan wakil PSSI. Nurdin juga sempat hadir dalam pertemuan ini.

"Namun, saat mereka minta macam-macam saya tinggal saja. Saya tidak mau nanti dianggap ada konspirasi kalau masih di sana," kata Nurdin.

Filipina dinyatakan tak mampu menjamu Indonesia pada semifinal 1 Piala AFF 2010 karena tidak memiliki stadion yang layak. Dari dua opsi yang ditawarkan, PFF pun memilih menggelar laga di Indonesia.

Namun, belakangan PFF meminta pembagian keuntungan dari penjualan tiket sebesar $5 untuk setiap lembarnya. Permintaan ini ditolak oleh PSSI dan mengajukan opsi untuk memberikan uang saku saja.

"Penjualan tiket mencapai Rp10 miliar. Kalau 10 persen dari angka itu tidak terlalu berat buat kita," tandas Nurdin.