Wednesday, December 15, 2010

Garuda Digugat, Kaos Timnas Tambah Laris


Keberadaan lambang negara Garuda Pancasila di kaos Timnas Indonesia digugat pengacara publik, David Tobing. Tapi, itu tidak mengurangi semangat para pedagang seragam kebanggaan timnas itu.

"Biar aja, itu urusan dia. Kalau kita sih dagang aja," kata Buya, pedagang seragam timnas saat berbincang di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu 15 Desember 2010.

Euforia pencinta sepakbola tanah air yang makin 'menggila' terhadap timnas dimanfaatkan betul oleh Buya dan para pedagang lainnya. Terlebih kemenangan demi kemenangan telah ditorehkan pasukan Merah-Putih hingga mencapai babak semifinal.

Tentu saja, langkah positif timnas membawa berkah tersendiri bagi warga Senen, Jakarta Pusat ini. Buya mengaku, dirinya sudah berjualan seragam timnas sejak perhelatan Piala AFF 2010 digelar. Sejak itu, dia sudah mengantongi untung Rp2 juta.

"Seharinya saya dapat Rp200 ribu. Dari pertama sampai sekarang, ya kalau ditotal untung bersihnya Rp2 jutaan. Kalau modal sendiri sih untungnya bisa lebih gede lagi," ujarnya.

Harga kaos yang ditawarkannya pun bervariasi. Kaos dibanderol dengan harga Rp30 hingga Rp60 ribu. Untuk jaket, Buya membanderolnya seharga Rp75 ribu hingga Rp140 ribu. "Nah, kalau jaket yang warna hitam itu KW2, harganya Rp140 ribu," kata Buye sambil menunjuk jaket yang dimaksud.

Tapi justru, dengan menggeliatnya euforia dari masyarakat, Buya harus menerima konsekuensi, yaitu semakin banyak saingan. Terlebih, para saingan yang punya modal sendiri.

"Waktu hari senin kemarin harganya masih kompak. Tapi sekarang udah beda-beda. Bingung kalau kayak begini. Ya paling sekarang sih, sekecil-kecilnya saya cari untungnya Rp5 ribu," ungkapnya.

Sementara Ucok, pedagang asal Medan mengaku, keuntungan yang dihasilkan dari berdagang kostum timnas dan terompet lumayan besar. Namun, dia tidak menyebutkan angka keuntungannya. "Keuntungan lumayan, dua kali lipat dari modal," tuturnya.

Maklum, barang dagangan yang ditawarkannya itu merupakan modal sendiri. Sehingga, harga yang ditawarkannya pun dapat dijual dibawah standar.

Dari pantauan , puluhan pedagang atribut timnas Indonesia menggelar barang dagangannya di area Stadion GBK. Kebanyakan dari mereka menggelar dagangan di dekat lokasi penjualan tiket. (umi)