
Skuad Arema boleh saja tengah tertimpba masalah. Termasuk masih ada pemain yang memilih mogok dan tidak ikut berlatih. Tapi sikap professional, tetap ditunjukkan pemain-pemain lainnya.
Terbukti dalam uji coba kemarin di Stadion Kanjuruhan kemarin, meski hanya bermaterikan pemain seadanya, Arema sukses mencukur tim lokal, PS Djagung tujuh gol tanpa balas. Empat gol tercipta di babak pertama, dan tiga gol terjadi pada babak kedua.
Tujuh gol kemenangan Singo Edan masing-masing dicetak Sunarto (1’), Chmelo Roman (12’), Noh Alamshah (24’ & 65’), Dendi Santoso (42’), Muhamad Ridhuan (47’) dan Tommy Pranata (69’). Perbedaan kualitas kedua tim, membuat permainan tidak imbang. Sekalipun Djagung menurunkan beberapa pemain berpengalaman di Liga Indonesia, tim peserta Kompetisi Divisi Utama Persema ini tak bisa berbuat banyak.
Kubu Djagung diperkuat Rifai, mantan pemain Persekam dan Sandi, mantan pemain Mitra Kukar di lini belakang. Lalu ada Firman Basuki, mantan pemain Persita di lini tengah, dan ada Arifin, mantan pemain PSBI Blitar di lini depan.
Sedangkan formasi darurat tim Arema, empat bek, Farizi di kiri, Irfan-Njanka di tengah dan Waluyo di kanan. Empat gelandang, Dendi Santoso di kiri, Tommy-Roman di tengah dan Ridhuan di kanan, dengan duet striker Sunarto-Noh Alamshah.
Duduk di bangku cadangan, hanya ada satu pemain yaitu Fariz yang akhirnya masuk pada awal babak kedua menggantikan Sunarto. Praktis, tak ada kiper cadangan di skuad Arema, kecuali pelatih kiper Dwi Sasmianto yang siap main jika dibutuhkan.
Selama babak kedua, Arema yang ditinggal 11 pemainnya mogok tidak memiliki pemain pengganti. Sehingga saat Alamshah mengalami cedera pada menit 82, tim berlogo kepala Singa ini harus tampil dengan 10 pemain.
Sebenarnya masih ada tiga pemain lagi yaitu Aji Saka, Firmansyah dan Purwaka, namun absen karena sakit dan cidera. Boleh jadi ini adalah gambaran kekuatan Arema untuk menghadapi Persib Bandung pada leg pertama babak 8 besar Piala Indonesia 2010 di stadion Kanjuruhan, 18 Juli nanti.
‘’Kalau kondisi pemain yang kita miliki seperti yang ada sekarang, tentu ini formasi permain yang akan kita turunkan lawan Persib. Sederhana, dan ini adalah latihan atau pengalaman yang bagus untuk Arema dengan hanya bermain 10 pemain,’’ sebut pelatih Arema, Robert Alberts usai latihan.
Secara keseluruhan, Arema dengan mengusung pola 4-4-2 lebih menguasai jalannya permainan. Bahkan, tim yang baru meraih gelar juara Indonesia Super League ini berpeluang untuk menang lebih dari tujuh gol.
Namun dengan penampilan Piere Njanka dkk yang terlihat belum tune in, selama 2x45 menit hanya bisa unggul 7-0. Satu gol yang harusnya bisa tercipta dari eksekusi tendangan penalti. dilewatkan Njanka.
Tepatnya menit 58, saat Roman dijatuhkan bek PS Djagung, Rifai di dalam kotak penalti, hadiah penalti disia-siakan Njanka. Bola dihadapannya hanya dicip Njanka begitu saja, sehingga lewat diatas mistar gawang PS Djagung.
‘’Kita akui, kita memang kalah kelas, salah satu kelemahan pemain kita adalah kurang disiplin dalam menutup pergerakan lawan. Kalau Arema sore ini bermain bagus, meski saya lihat mereka sepertinya kurang begitu serius, mungkin factor lawannya yang beda,’’ sebut pelatih PS Djagung, Yusro.
Robert pun mengakui, pemainnya kurang begitu serius pada laga ujicoba kemarin sore. Menurut pelatih asal Belanda ini, itu terjadi karena Roman dkk kurang konsetrasi pada pertandingan, dan tengah memikirkan masa depan mereka.
‘’Pemain tidak konsentrasi karena memikirkan masa depan mereka. Fokus mereka sudah berbeda seperti kemarin. Perbedaan besar terjadi saat ini, mereka terlihat beda dalam sikap mereka, dan terlihat tidak serius,’’ yakin Robert.
‘’Mereka tidak konsentrasi lagi, mungkin karena situasi seperti saat ini, mereka jadi bingung. Jadi sekarang saya coba bagaimana caranya agar Arema bisa menang lawan Persib, meski dengan situasi yang tak mendukung ini,’’ sambungnya. (bua/avi/
