
KINERJA panitia pelaksana (Penpel) Deltras di babak delapan besar Divisi Utama 2009-2010 layak dipertanyakan. Masih banyak masalah yang terjadi pada H-1 pertandingan kemarin. Bahkan, beberapa tim tamu merasa kurang puas dengan pelayanan panitia.
''Masak kami diberikan bus lebih kecil daripada Persidafon. Ini kan namanya pilih kasih. Apakah karena Persidafon itu tim besar, lalu dilayani dengan fasilitas lebih,'' gerutu pelatih Persipasi Bekasi Warta Kusuma.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak perlu terjadi. Sebab, hal itu sejatinya menjadi tanggung jawab tuan rumah. ''Kenapa harus pilih kasih seperti itu. Kalau busnya kecil, ya semuanya harus kecil, jangan ada yang besar. Itu kan tidak fair,'' katanya.
Lain lagi dengan yang dialami kubu Persibo Bojonegoro. Mereka terpaksa naik taksi saat akan melakukan latihan di Stadion Gelora Delta kemarin. ''Mau apalagi, jemputannya datang terlambat. Sementara jadwal uji coba kami mulainya jam 10,'' keluh asisten pelatih Persibo Bambang Pramuji.
Untuk mengangkut semua pemainnya, Persibo terpaksa menyewa enam taksi. Terkait dengan masalah itu, Panpel Deltras tidak bisa berbuat banyak. ''Itu karena jadwal uji lapangan Persidafon molor, sehingga jadwal penggunaan bus juga berantakan,'' kilah Joko Tetuko, ketua Panpel Deltras.
Menurut dia, Panpel tidak sengaja melakukan diskriminasi baai tim-tim tamu tersebut. ''Niat kami baik. Sebenarnya ada satu bus cadangan milik Pemkab Sidoarjo yang telah kami siapkan. Tapi, bis itu mogok,'' kilahnya. (dik/ca)
