Share |

Bontang Fc vs Persela = 4-1 , Skak Mate !!


Bontang fc menggila dengan melibas persela 4-1 . persela dibuat frustasi karena semua serangannya selalu buntu dan tidak berkembang . Benar-benar skak mate buat persela.
Pemain Bontang FC dan publiknya Bontang Mania, sebelum pertandingan tadi malam sejenak mengheningkan cipta. Ini sebagai penghormatan terhadap rekan mereka almarhum Jumadi Abdi yang meninggal dunia 15 Maret 2009 lalu.

Penyebabnya, ia mengalami luka di bagian usus karena tendangan pemain Persela Deny Tarkas pada 7 Maret 2009 di Stadion Mulawarman. Selain itu, The Reds Equator turut berduka atas meninggalnya anak pertama bek BFC Iqbal Samad yang bernama Aisyah Aprilia Putri pada Kamis (22/4) lalu.

Aprilia lahir di Bontang 9 April 2010. Suasana berkabung ditandai dengan simbol mengikatkan pita hitam di lengan kiri setiap pemain BFC. Namun, kondisi ini tak membuat pemain larut dalam kesedihan. Buktinya, mereka berhasil menjajal tim tamu Laskar Joko Tingkir (sebutan Persela) dengan kemenangan telak 4-1.

Padahal penonton sempat kuatir lantaran Persela berhasil menggetarkan gawang Ade Mokhtar terlebih dahulu pada menit ke 31 melalui kaki Dicky Firasat. Aldo Bareto yang mengemban amanah menjadi sang kapten berhasil membangkitkan semangat juang rekan-rekannya. Adalah Kenji Adachihara yang mengubur dalam-dalam niat Persela untuk mencuri poin di Stadion Mulawarwan.

Dari kaki pemain legiun Jepang ini, tercipta 2 gol, pada menit 41 sebagai gol balasan dan di menit 89 sebagai gol penutup. Tandemnya, Aldo Bareto juga menyumbang 2 gol. Gol bomber asal Paraguay ini di menit 58 dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang Choirul Huda.

Setelah pergantian kipper Persela di menit 60, Aldo kembali menggetarkan gawang anak asuh Hartono Ruslan dengan sundulan mautnya. Ia memanfaatkan tendangan bebas Fadhil Sausu. Kelelahan Persela setelah bermain di Laga Piala Indonesia benar-benar dimanfaatkan anak-anak asuh Fachri Husaini untuk mengobrak-abrik pertahanan musuh.

Pelatih Persela Hartono Ruslan menuturkan timnya kedodoran. "Pertahanan kami tidak disiplin. Piala Indonesia membuat kami kelelahan," kata Hartono. Sementara itu, sikap Wasit Isya Permana asal Indramayu benar-benar membuat pelatih Bontang FC Fachri Husaini emosi bukan kepalang. Fachri yang biasanya dapat meredam emosi, tadi malam mendadak naik pitam ketika Joko Sidik dijatuhkan pemain musuh di babak kedua. G

ara-garanya, pemain lawan terlalu agresif menghentikan gerakan Joko tanpa memikirkan keselamatan. Sementara itu, sang wasit tidak memberikan peringatan kepada pemain tersebut. "Di depan matanya (wasit,Red.), pemain saya dijatuhkan. Saya tidak menyalahkan pemain Persela.

Tapi saya benar-benar kecewa karena wasit tidak bersikap tegas memberi peringatan. Kami menang 2-1 saya tetap emosi, karena sikap wasit dapat membahayakan pemain. Seharusnya wasit melindungi semua pemain," kata Fachri.

Amarah Fachri ini, sangat beralasan. Ia tak ingin ada "Jumadi Abdi-Jumadi Abdi" lainnya yang menjadi korban lantaran sikap wasit. "Pemain berusaha keras berebut bola wajar. Tapi kalau sudah main kasar seharusnya diberi peringatan atau dihentikan. Jangan sampai jatuh korban," kata Fachri.(jaz/kpnn)


Share on Google Plus

About 12paz