
Sebelum, PSSI telah menentapkan kota Pekanbaru sebagai tuan rumah penyisihan Grup E Piala AFC U-22, bahkan telah mendapat persetujuan dari Federasi Sepakbola Asia (AFC). Karena Stadion Riau masih bermasalah hukum, maka PSSI memindahkan ke kota Surabaya.
Sekjen PSSI, Tri Goestoro mengatakan, karena masih adanya masalah hukum terhadap pembangunan Stadion Riau, maka pihaknya akan memindahkan ke Surabaya.
”Kami telah mengajukan kepada AFC terhadap pemindahan tuan rumah Grup E Piala AFC U-22 dari Pekanbaru ke Surabaya. Dan hingga kini kami masih menunggu jawaban dari Federasi Sepakbola Asia hingga 1-2. Kalau memang Pekanbaru dinilai tidak layak, maka Surabaya akan menjadi tuan rumah. Dan Surabaya juga memiliki stadion yang layak untuk menggelar babak penyisihan Grup E, Di kota Pahlawan itu juga memiliki dua stadion. Selain Stadion Gelora Bung Tomo, juga Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari, Surabaya,” ungkap Tri.
Selasa (29/5), Tri Goestoro memantau secara langsung kelayakan stadion yang akan digunakan pagelaran Piala AFC U-22. Bukan hanya Gelora 10 Nopember, rombongan PSSI juga meninjau Stadion Gelora Bung Tomo, Gelora Delta, Sidoarjo.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia berada pada Grup E bersama tim-tim tangguh Asia seperti, Australia, Jepang, Macau, Singapura dan Timor Leste. (ka)