Share |

Dualisme Persebaya Tak Kunjung Usai


Status Persebaya Surabaya masih menjadi misteri.Meski belum ada keputusan dari PSSI terkait dualisme Persebaya,kedua kubu—Persebaya 1927 dan Persebaya versi La Nyalla M Mattalitti— saling unjuk kebolehan.

Situasi itu membuat publik sepak bola Surabaya kembali dibingungkan dengan adanya dua tim Persebaya,meski sebelumnya santer terjadi peleburan.Seakan tak mau tertinggal,Persebaya di bawah Pelatih Miroslav Janu sudah menggelar seleksi pemain di Stadion Gelora 10 November,Selasa (13/9).

Bahkan,latihan yang digelar malam hari bergantian dengan Persebaya 1927 yang masih dipimpin Asisten Pelatih Ibnu Grahan. Dari hasil seleksi pertama,Pelatih Persebaya Miroslav Janu merekomendasikan delapan pemain kepada manajemen untuk segera diikat kontrak.“Memang kami sempat ngobrol dengan Janu siapa saja pemain yang kirakira layak diambil.Ada sekitar delapan pemain seleksi yang dia sebut layak.

Kelihatannya dia senang dengan pemain muda yang energik,”ujar Manajer Persebaya Alyyas. Mendapat petunjuk dari Janu, manajemen Persebaya akan segera melakukan komunikasi dengan delapan pemain tersebut.“Tugas kami segera melakukan penjajakan nilai kontrak.Meski nanti masih akan ada seleksi,kira-kira dua atau tiga kali lagi.Jadwalnya masih kami buat,”ucap pria yang juga politisi ini.

Sayangnya,Alyyas enggan menyebut siapa saja nama dari delapan pemain hasil rekomendasi mantan pelatih Arema itu. Yang pasti,dalam seleksi kemarin diikuti 30 pemain.Mereka di antaranya terdapat mantan kiper Deltras,Juni Irawan,M Kusen dan Wimba Sutan,pemain Persebaya Divisi Utama,dan Nugroho Mardiyanto selaku mantan pemain Persebaya yang musim lalu memperkuat PSBI Blitar.

Selain membicarakan hasil seleksi, manajemen Persebaya juga melakukan inventarisasi nama-nama pemain di luar seleksi yang diminta Janu.“Ada pemain yang tidak perlu seleksi karena Janu sudah tahu sendiri kualitasnya musim lalu saat tampil di Liga Super maupun Divisi Utama.Sekarang dalam proses pendekatan,”katanya.

Disinggung kekhawatiran akan kesulitan mendapatkan pemain berkualitas terkait banyak pemain yang terikat kontrak dengan klub lain,Alyyas justru yakin masih kebagian.“Siapa bilang pemain bagus sudah habis? Banyak pemain timnas yang belum punya klub.Tidak perlu khawatir,kami sudah bisa meyakinkan Janu mau bergabung.Tentu saja kami juga akan berusaha mereka mau dengan Persebaya,” ujarnya.

Sementara itu,kubu Persebaya 1927 seakan tidak mau tahu dengan keberadaan Persebaya Divisi Utama yang di back-up Ketua Pengprov PSSI Jatim La Nyalla. Terbukti, Persebaya 1927 di bawah bendera PT Persebaya Indonesia berencana merenovasi Stadion Gelora 10 November setelah mendapatkan masukan dari konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI) Hendriyana dan Subramaniam E Rasamanickam,Rabu (14/9).

Menurut Subramaniam,masih ada beberapa aspek di stadion yang perlu diperbaiki,seperti ruang medis dan ruang doping.“Kalau bisa,kamar kesehatan ditukar jadi kamar doping.Sementara ruang pers di bawah diganti menjadi ruang kesehatan,”kata Subra,sapaan akrab Subramaniam. Pria asal Malaysia ini menambahkan, untuk ruang kesehatan harus dilengkapi dengan pendingin ruangan.

Selain itu meja medis harus dilengkapi dengan spring bed. Selain memperbaiki beberapa ruang,Subra juga menyarankan agar pengelola stadion memanfaatkan penuh ruang-ruang yang ada di dalam.“Ruang di samping ruang radio lebih baik digunakan sebagai ruang kontrol untuk polisi sehingga pengawasan polisi lebih luas.Lalu perlu ditambahkan ruang untuk anak gawang,”katanya. rachmad tomy
Share on Google Plus

About 12paz