
Sukses mengantarkan Filipina menembus semifinal Piala AFF untuk pertama kalinya, Simon McMenemy dari Inggris justru terancam dipecat oleh Jose Mari Martinez.
Martinez, presiden Federasi Sepak Bola Filipina (PFF) yang masih diakui FIFA meski sudah kalah oleh Mariano Araneta di pemilihan, berencana mendepak pelatih asal Inggris itu.
“Saat ini saya sedang bernogosiasi merekrut pelatih asal Brasil, Rick Figuerido, yang punya 12 tahun pengalaman di Piala Dunia bersama Brasil, Meksiko, dan Jamaika. Saya bisa membentuk timnas yang lebih kuat dari sekarang,” ungkap Martinez kepada Phillipine Star.
“Ini berbau skandal dan menunjukkan tidak adanya rasa menghargai,” ujar McMenemy, dikutip abs-cbnnews.
“Mereka (Filipina) sangat dekat pada turnamen terbesar (yang pernah diikuti) dan sang pengambil keputusan (Martinez) memberitahu bahwa ini belum cukup dan butuh orang yang lebih baik, ini sangat tidak menghargai. Tak bisa dibayangkan,” kata sang pelatih geram.
Tak tanggung-tanggung, Filipina, yang lolos lewat kualifikasi, berhasil menahan tiga kali juara Piala AFF Singapura dan mengalahkan juara bertahan Vietnam.
Untungnya ketua umum Komisi Olah Raga Filipina (PSC) Richie Garcia merasa Komite Olimpiade Filipina (POC) takkan menyetujui tindakan Martinez tersebut.
POC memiliki hak penuh mengenai keputusan yang menyangkut tim olah raga Filipina di Olimpiade, Asian Games, SEA Games dan kompetisi lainnya.
“Saya rasa Komite Olimpiade Filipina takkan mengizinkan hal ini terjadi,” ujar Garcia.
Hubungan Timnas Filipina dengan Martinez semakin memanas setelah sang presiden memilih Indonesia, yang notabene lawan mereka di final, sebagai tuan rumah pengganti. Pengalihan tuan rumah ini disebabkan Filipina tak memiliki sarana dan prasarana yang sesuai syarat AFF.
Manajer tim Dan Palami, yang berperan dalam sukses The Azkal, dianggap Martinez telah mencuci otak para pemain hingga berani mempertanyakan kepemimpinannya di PFF.
“Para pemain ini punya pendapat sendiri. Sepak bola tidak cuma fisik tetapi juga mental, jadi para pemain ini tahu mereka harus berpikir sendiri. Sama saja, ini hanya satu penghalang yang akan dilewati para pemain. Kami berusaha mengharumkan bendera dan negara kami dan membuat bangga penduduk kami,” ujar Palami. [boy]