
ABSENNYA Boaz Solossa boleh disebut bakal menurunkan ketajaman Indonesia dalam Piala AFF 2010. Tapi, Indonesia bukanlah satu-satunya tim yang kehilangan pilar sentral semacam Boaz.
Vietnam juga bakal tak diperkuat beberapa pemain yang menjadi aktor penting dalam kesuksesan mereka menjuarai Piala AFF 2008 lalu. Di antaranya, striker Le Cong Vinh, Pham Van Quyen, bek Mai Tien Thanh. Ketiga pilar tersebut harus absen lantaran mengalami cedera.
Di antara ketiga pilar yang cedera tersebut, absennya Le Cong Vinh dirasakan sangat memukul Vietnam. Sebelumnya, Vinh dikenal sebagai salah satu pemain Vietnam yang paling potensial.
Di usianya yang masih 24 tahun, Vinh sudah mencatatkan 43 caps dan 26 gol di timnas senior Vietnam. Salah satu kiprahnya yang mengesankan, ketika Vinh mencetak dua gol di gawang Thailand dalam final Piala AFF 2008 lalu. Dua gol Vinh itulah yang turut mengantarkan Vietnam meraih gelar juara.
"Setiap orang tahu bahwa Vinh punya peranan signifikan di timnas, tapi saya tak punya pilihan. Tanpa Vinh berarti kehilangan besar bagi Vietnam," papar Henrique Calisto pelatih Vietnam seperti dilansir info.vn.
Sebagai ganti Vinh dan pemain yang cedera lainnya, Calisto memanggil sejumlah pemain yang sebelumnya tergabung dalam timnas Vietnam proyeksi olimpiade. Di antaranya Anh Duc (striker), Minh Duc (bek tengah), Trong hoang (bek kiri), serta Tan Truong (kiper). Tapi sejarah menyebut bahwa penyerang seperti Anh Duc belum seproduktif Vinh. Dalam 10 laganya membela Vietnam, Anh Duc baru mencetak dua gol.
Di sisi lain, Singapura juga dipastikan tidak diperkuat oleh sejumlah gelandang berpengalaman. Di antaranya, Hariss Harun, John Wilkinson, dan Shi Jiayi. Ancaman berkurangnya kekuatan Singapura juga hadir setelah kebugaran gelandang sayap Arema, M. Ridhuan terganggu karena cedera engkel. Itu dialami Ridhuan ketika membantu Singapura mengalahkan Laos 4-0 dalam uji coba 26 November lalu.
Di sisi lain, pelatih Radojko Avramovic juga masih menyebut sejumlah kekurang timnya dalam uji coba tersebut. "Beberapa pemain seperti ingin menujukkan kemampuan individu, padahal ini salah," terang pria asal Serbia itu.
Avramovic juga menyatakan bahwa timnya kerap kehilangan bola, tidak melakukan tekanan kepada lawan dan memberikan ruang gerak pada lawan.(uan/diq/jpnn)