
Badan Tim Nasioanal (BTN) PSSI mencoba menerapkan masukan pelatih timnas Alfred Riedl, soal pembinaan pemain. Mulai akhir Juli 2010, BTN akan melakukan perburuan pemain muda yang tersebar di Indonesia.
Untuk memudahkan tugas ini, BTN membagi perburuan dalam enam wilayah. Masing-masing wilayah akan memiliki penanggung jawab sendiri. Sedangkan pemain yang akan terpilih akan dilaporkan kepada Riedl secara tertulis.
Demikian pernyataan ketua BTN, Iman Aried dalam jumpa pers di Hotel Kartika Chandra, Senin, 14 Juni 2010. "Ini merupakan bentuk reformasi dalam memantau pemain-pemain berbakat yang selama ini belum terlihat," kata Iman.
"BTN jadi bisa melihat pemain kita berkembang lebih maju," tambahnya.
Luasnya wilayah Indonesia diperkirakan akan menyulitkan kerja BTN. Namun BTN mencoba mengatasinya dengan membagi anggota talent scouting dalam tiga tim.
Tim pertama memburu usia 12-14 tahun. Tim kedua untuk usia senior dan U-23. Sedangkan tim ketiga merupakan 'mata-mata' untuk pengadaan audio visual tim-tim lawan.
Tim pertama diketuai Satia Bagdja, sedangkan tim kedua dan ketiga diketuai oleh Sutan Harhara dan Timo Scheunemann.
"Ini kami lakukan karena talent scouting selama ini kurang efektif. Tidak menyeluruh dan hanya mendapat masukan dari kenalan pelatih," ujar Timo menambahkan.
Selain talent scouting, akan dilalukan edukasi olahraga di daerah-daerah. Termasuk melakukan seminar tentang nutrisi pesepakbola dan sport science. • VIVAnews