Persija Jakarta berhasil merangsek ke posisi tiga besar klasemen
Indonesia Super League usai berhasil menundukan Arema Indonesia 1-0 pada
laga yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, Minggu 6 Mei 2012.
Tempo permainan berjalan tidak terlalu cepat pada awal laga. Pergerakan
kedua tim masih terhenti di lini tengah dan jarang ada serangan yang
menembus kotak penalti lawan.
Persija baru bisa menciptakan
peluang pada menit ke-10. Umpan dari sisi kanan mengarah ke Bambang
Pamungkas, namun bola bisa dipotong kiper Ahmad Kurniawan. Bola rebound
yang jatuh ke kaki Jeong Kwan Sik pun tidak bisa berbuah gol karena bola
masih melebar dari gawang.
Menit ke-20 Arema mendapatkan peluang
emas. Umpan terobosan M. Ridhuan ke arah Sunarto mengecoh perhatian
Fabiano Beltrame, bola langsung disepak oleh pemain berusia 21 tahun itu
namun gagal masuk setelah Galih Sudaryono mampu menepis bola. Skor
tetap imbang 0-0.
Kecepatan Jeong Kwan Sik dan Ramdhani Lestaluhu
sering dieksplotiasi oleh 'Macan Kemayoran'. Menyisir sisi pertahanan
Arema, kecepatan kedua pemain memang kerap merepotkan.
Memasuki
setengah jam pertandingan Arema mulai bisa lebih leluasa menyerang.
tandukan Herman Dzumafo melambung tipis sedangkan sepakan M. Ridhuan
sempat mengancam gawang Galih namunmasih membentur tiang gawang gawang
Persija.
Empat menit tambahan waktu, Persija coba terus menekan
namun tidak ada gol yang tercipta. Skor 0-0 pun bertahan sampai turun
minum.
Setelah bermain imbang 0-0 sepanjang babak pertama, Persija coba
langsung menekan sejak awal paruh kedua. Demi menambah daya gedor,
pelatih Iwan Setiawan menarik Jeong Kwan Sik dan menggantikannya dengan
Octavianus.
Terus menekan pertahanan Arema, Persija akhirnya
mendapatkan gol pembuka saat pertandingan memasuki menit ke-60 lewat
Pedro Javier.
Penyerang asal Paraguay itu menekan dan sukses
memanfaatkan lowongnya sisi kanan pertahanan anak-anak Malang. Tanpa
ampun Pedro melepaskan tendangan keras yang akhirnya merobek gawang
Arema. Persija akhirnya unggul 1-0.
Sudah unggul, Persija
tampaknya masih belum mengurangi intensitas serangan. Robertino Pugliara
cs dengan sabar membangun serangan lewat penguasaan bola, sedangkan
Arema lebih banyak bertahan.
'Singo Edan' mulai bisa keluar dari
tekanan dan menciptakan beberapa peluang. Kesempatan paling bagus untuk
menyamakan kedudukan hadir pada menit ke-80. Berawal dari umpan
terobosan Herman Dzumafo, M. Ridhuan lolos dari penjagaan pemain
belakang Persija. Namun sayang sepakan pemain Singapura itu masih
terlalu lemah dan melebar dari gawang Galih Sudayono.
Dalam 10
menit akhir laga tensi semakin tinggi. Arema terus menekan dengan coba
melakukan tendangan dari luar kotak penalti, sedangkan Persija lebih
banyak menguasai bola lewat operan kaki ke kaki.
Memasuki injury time,
gawang Galih Sudaryono di hujani ancaman yang memaksa seluruh pemain
Persija berada di depan kotak penalti mereka. Namun sampai peluit
panjang Arema gagal samakan kedudukan, skor 1-0 untuk Persija pun
bertahan sampai akhir.
Dengan hasil ini, Posisi Persija di
klasemen berhasil terdongkrak dua posisi ke peringkat tiga dengan 38
poin hasil 23 pertandingan. Tim ibukota itu menggeser Persiwa Wamena dan
Persiba Balikpapan.
Sedangkan untuk Arema, pil pahit ini membuat
mereka gagal keluar dari zona degradasi. 'Singo Edan' masih terkapar di
posisi juru kunci, hanya minus 1 poin dari peringkat 15, Deltras
Sidoardjo.
Susunan Pemain:
Persija: Galih Sudaryono - Hasyim Kipuw - Ngurah
Nanak - Fabiano Beltrame - Ismed Sofyan - Jeong Kwan Sik (Octavianus
45') - Amarzukih - Robertino Pugliara - Ramdhani Lestaluhu (Rahmat
Affandi 93') - Bambang Pamungkas - Pedro Javier
Arema:
Ahmad Kurniawan (Kurnia Meiga 40') - Alfarizie - Seme Patrick - Munhar -
Khusnul Yuli - Hendro Siswanto - Feri Aman Saragih - Dendi Santoso
(Dicky FIrasat 63') - Sunarto - M. Ridhuan - Herman Dzumafo

