Share |

3 Nyawa Melayang , Persija Minta Maaf , Minta Polisi Usut Tuntas


Ketua Umum Persija Jakarta Ferry Paulus meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tawuran suporter yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa saat Persija berhadapan Persib Bandung pada pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta pada Minggu lalu.

"Atas nama Persija kami mohon maaf dan menyatakan belasungkwa untuk korban. Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut walaupun terjadi di luar stadion. Satu hal yang kami minta pada polisi agar mengusut tuntas kejadian itu," ujar Ferry Paulus kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Ferry mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan info-info yang jelas mengenai kejadian ini. Dan pihak Persija sendiri ingin pihak berwenang mengusut secara tuntas pelakunya sehingga ke depannya bisa menjaga keharmonisan antara Persija, Jakmania dan PT Liga Indonesia selaku penyelenggara kompetisi Indonesia Super League (ISL).

Pada kesempatan itu Ferry mengungkapkan, sebagai tanda belasungkawa pihaknya telah berhasil menghimpun dana santunan yang akan diberikan kepada dua keluarga korban yang berada di Jakarta dan satu lainnya di Bandung.

Namun untuk pemberian santunan kepada korban di Bandung sedang dikoordinasikan. "Sudah ada sekitar Rp17 juta yang terhimpun dan akan kami berikan kepada para korban. Dana ini berasal dari Persija, Panpel, PT Liga dan Jakmania yang memberikan simpatinya," ujarnya.

Ferry Paulus menambahkan, jelang pertandingan tersebut sebenarnya pihak Panpel telah mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan dengan melakukan `sweeping` diantara calon penonton yang datang ke Stadion. Antisipasi ini dilakukan berkoordinasi dengan Polsek dan Polda Metro Jaya.

Usai kejadian itu pun, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dilakukan penyelidikan yang melibatkan semua pihak.

Terkait dengan insiden tersebut, pihak Persija sendiri yang akan berlaga melawan PSPS Pekanbaru pada 3 Juni mendatang dalam lanjutan ISL bakal merugi karena kemungkinan laga tersebut akan dinyatakan tertutup tak bisa disaksikan penonton umum.

"Saat melawan PSPS belum ada kepastian soal perizinan. Tapi kami berharap pertandingan masih bisa dilakukan di Jakarta," ujar Ferry Paulus.

Sementara Ketua Jakmania Larico Ranggamone juga menyatakan penyesalannya atas kejadian tersebut. Namun diakuinya, hal itu berada di luar kemampuannya untuk mengontrol seluruh calon penonton.

"Kami pun sangat menyesalkan kejadian kemarin dan itu di luar kemampuan kami. Kita berharap polisi mengusut tuntas kasus ini, apalagi kejadian ini di di luar lapangan," ujar Larico.

Dikatakannya, dua minggu sebelum pertandingan pihaknya sudah melakukan seruan damai terhadap para suporter.

"Kami terus mengimbau agar para suporter pun menciptakan rasa kebersamaan dan persatuan. Tim mana pun yang kita dukung, soal kalah atau menang adalah hal biasa, tapi suporter juga harus ikut menjaga suasana agar jangan sampai terjadi jatuh korban," ujarnya.
Share on Google Plus

About 12paz