
Kebanyakan orang di Papua suka makan pinang, atau istilahnya minang. Sehingga mudah sekali menemukan banyak air minang yang diludahkan sembarangan. Berwarna merah seperti darah, sering ditemui di sudut-sudut tembok.
Penjual pinang, lengkap dengan sirih dan kapurnya pun mudah ditemui di pinggir jalan. Tak terkecuali di depan Stadion Mandala, Jayapura juga ada penjual pinang. Dan kabarnya, pemain Persipura juga suka minang.
Adanya penjual pinang ini rupanya membuat pelatih Arema, Robert Albert penasaran. Pelatih asal Belanda ini memberanikan diri untuk mencoba secuil pinang yang dimakannya. Dan sejurus kemudian langsung dimuntahkannya.
"Rasanya tidak enak, hambar dan kering, rasanya melekat di mulut meski sudah berkumur dengan air," ungkap Robert terus berkumur setelah rasakan makan pinang.
Sementara itu, menurut Marlina, penjual pinang di depan stadion, untuk yang kali pertama makan pinang rasanya memang tidak enak. "Untuk bisa makan memang harus belajar dulu, kalau orang sini sudah biasa," katanya.
Menurutnya makan pinang itu penuh dengan manfaat. Diantarnya untuk menghilangkan bau mulut dan menjaga kesehatan gigi.
"Gigi menjadi kuat, dan pinang ini bagus untuk orang yang sakit gula," ungkap Marlina sambil terus meminang. (bua/jon)
