
Laga terakhir Babak 32 Besar Grup A Piala Indonesia 2010 di Palembang akan digelar secara bersamaan, Ahad (18/4). PSPS menghadapi Semen Padang di Stadion Bumi Sriwijaya, sedangkan Sriwijaya FC akan menjamu Persikabo Bogor di Stadion Jakabaring.
Tujuan PT Liga Indonesia menggelar secara bersamaan partai pamungkas ini adalah agar tak ada pengaturan pertandingan atau main sepakbola gajah. Namun, antisipasi ini mungkin tak terlalu penting buat Babak 32 Besar Grup A ini.
Pasalnya, dua tiket lolos ke babak 16 Besar sudah hampir pasti menjadi milik Persikabo Bogor dan Sriwijaya FC. Jadi, laga antara PSPS menghadapi Semen Padang petang ini bisa dikatakan hanya laga formalitas.
PSPS saat ini berada di peringkat tiga klasemen sementara Grup A dengan nilai 1. Sementara Semen Padang berada di juru kunci karena tidak pernah menang di dua laga sebelumnya dan sudah pasti tak lolos ke Babak 16 Besar.
‘’Bisa dibilang peluang kita untuk lolos ke Babak 16 Besar sudah tidak ada karena Sriwijaya FC bertemu Persikabo yang sudah pasti lolos. Jadi di laga terakhir target kita main baik saja. Menang syukur, kalah juga tak masalah,’’ ujar pelatih PSPS, Abdul Rahman Gurning.
Lebih lanjut, dikatakan Bang Haji, sebenarnya keikutsertaan PSPS di Piala Indonesia bukan yang utama, sebab fokus Isnaini dan kawan adalah di ISL. ‘’Kami tidak ada pasang target di Piala Indonesia ini, hanya sekadar berpartisipasi saja untuk lebih mematangkan pelapis tim inti. Fokus kami hanya di ISL,’’ tegasnya.
Untuk menghadapi Semen Padang petang ini, Bang Haji juga menyebutkan, tidak akan memaksa pemain intinya untuk turun dan akan memberikan peluang kepada pemain pelapis untuk bisa membuktikan diri di kompetisi ini. ‘’Kita akan melakukan rotasi pemain untuk pertandingan besok (petang ini, red), jadi pemain-pemain inti akan diistirahatkan dulu,’’ katanya lagi.
Namun pelatih yang sempat dilirik Timnas Indonesia ini mewanti-wanti anak asuhnya jangan sampai ada yang cedera. ‘’Main bagus dan jangan ada yang cidera, itulah yang kita harapkan kepada anak-anak di pertandingan lawan Semen Padang,’ tegas bang Haji.
Fance Harianto yang tampil di bawah formasi saat PSPS dikalahkan Persikabo 0-2 Jumat (16/3) lalu kembali menjadi kiper utama karena Dede Sulaiman kembali ke Jakarta menemani istrinya menjalani operasi, sedangkan kiper ketiga Tarjaki Lubis ikut penataran pelatih.
Di depan, Gurning kembali akan mencoba Andika Yudhistira sebagai duet Isnaini. Lagi pula Dzumafo Epandi Herman sakit pinggang. Empat gelandang kemungkinan akan dipasang M Zyahrul, Cyril Emile Tchana, Ade Suhendra dan Putut Waringinjati.
Kwartet di lini pertahanan, bek kiri PSPS U-21, Septi Hadi dan Rivelino kembali akan dimainkan untuk membantu Aguscima dan Edi Sibung. PSPS menyimpan pemain pilar agar bisa fresh saat main di Liga Super 3 Mei mendatang.
Hal yang sama juga akan dilakukan pelatih Semen Padang, Arcan Iurie. Karena sudah pasti tak lolos lagi ke Babak 16 Besar, mantan pelatih Persija Jakarta ini akan menurunkan pemain lapis kedua. Pasalnya, tenaga pemain utama diperlukan untuk tampil di Babak Delapan Besar Divisi Utama.
