Share |

Persema vs Persidafon : Pertaruhan Harga Diri


Pertandingan seru bakal tersaji pada partai kedua penyisihan Grup F Piala Indonesia, malam nanti. Tepat saat ‘tuan rumah’ Persema menjamu wakil Divisi Utama, Persidafon Dafonsoro di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya. Harga diri akan dipertaruhkan kedua tim pada laga ini dengan dipastikan akan saling tampil menyerang demi tidak ingin kehilangan tiga angka penuh.
Antara Persema dengan Persidafon memang beda kasta. Ya, Laskar Ken Arok kini berada di papan tengah klasemen sementara Super Liga, yakni berposisi di peringkat delapan. Sedangkan, lawan yang berjuluk tim Selicin Ikan Gabus ini merupakan salah satu dari tim yang lolos melaju ke babak delapan besar Divisi Utama untuk berebut tiket lolos ke Super Liga.
Namun secara kualitas, kedua tim diprediksi akan saling menampilkan level permainan tertinggi. Bagi Persema, mereka tentunya tidak ingin tampil asal-asalan bermain demi membuktikan diri yang terbaik. Belum lagi, Bima Sakti dkk ingin menghentikan catatan buruknya usai dua kekalahan beruntun setelah dipukul tuan rumah Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena. Hasil imbang dan kalah, tentunya akan jadi aib tim nantinya.
‘’Kami harus menang lawan Persidafon. Kuncinya, pemain harus disiplin, kerja keras dan bisa menyusun organisasi permainan yang benar. Tapi, kami tidak boleh anggap remeh mereka. Sebab, lawan juga memiliki banyak pemain berkualitas dan berpengalaman di kompetisi,” terang Aji Santoso, pelatih Persema kepada wartawan.
Mantan pelatih Persik Kediri ini sudah mengantongi komposisi dari calon lawan pasukannya. Mereka sadar Persidafon bukanlah tim yang sembarangan. Tim yang bermarkas di Stadion Barnabas Youwe Kabupaten Jayapura merupakan salah satu peserta babak delapan besar Divisi Utama musim ini. Hal itu akan diredam dengan menurunkan pemain terbaiknya yang ada dalam komposisi tim di Super Liga, musim ini.
Lawan terdapat pemain asing berkualitas seperti Javier Rocha (eks Persija Jakarta), Raul Sciucatti (eks Persijap Jepara) dan Bruno Casimir (eks Arema Indonesia). Di barisan pemain lokal, sederetan pemain berkualitas dan berpengalaman juga menjamur. Diantaranya adalah putra daerah Jayapura, Elie Aiboy (eks Arema Indonesia) serta Bejo Sugiantoro dan Uston Nawawi, keduanya adalah mantan pemain Persebaya Surabaya.
‘’Saya tidak pernah terapkan man to man marking. Tapi, saya selalu sarankan agar pemain kami mewaspadai seluruh pemain lawan. Kami juga minta pemain disiplin menjaga daerahnya dan bermain maksimal di sepanjang pertandingan. Sebab Persidafon pastinya juga akan coba menekan pertahanan kami untuk bisa meraih kemenangan,” tambah Aji.
Sementara itu, kubu Persidafon lebih memilih merendahkan diri. Mereka yang datang dengan bertabung bintang justru mengaku hanya akan melaluinya tanpa menggebu-gebu saat hadapi Persema. Sang arsitek Persidafon, Freddy Mully mengatakan, fokus timnya hanya melalui Divisi Utama dengan hasil terbaik, yakni lolos ke Super Liga. Sedangkan di Piala Indonesia, Elie Aiboy dkk dengan apa adanya, alias tampil maksimal dengan mengimbangi permainan lawannya.
‘’Kami bisa mengimbangi permainan Persema, itu sudah cukup. Sebab, Persema adalah tim komplit di lini per lini, mereka sangat solid. Karena itulah, kami tetap fight sehingga tidak sampai menelan kekalahan. Kami waspadai seluruh pemain Persema. Kami bukan tim bertabur bintang, kami justru tim asal kabupaten. Persidafon itu baru muncul,” terang Freddy merendah.
Di laga pertama, tuan rumah Persebaya akan menjamu wakil Divisi Utama, Persipro Probolinggo, sore nanti. Derby Jatim ini dipastikan seru lantaran kedua tim tentunya tidak mau melewatkan tiga poin pada laga perdananya. (poy/nug)
Share on Google Plus

About 12paz