Share |

Persema vs Persidafon =0-2 , Gabus Sentani Buktikan Diri


Tim Gabus Sentani persidafon dafonsoro membuktikan diri pantas bersaing di liga super musim depan .Di laga perdana piala indonesia mereka mengalahkan tim isl persema malang dengan skor meyakinkan 2-0.
Dua gol kemenangan tim wakil Divisi Utama ini dicetak Javier Rocha 21’ dan Patrick Wanggai 81’.
Kekalahan tersebut membuat Persema langsung terjerembab ke dasar klasemen sementara Grup F dengan tanpa raihan poin. Dengan raihan tiga poin, Persidafon langsung bertengger di puncak klasemen. Pasalnya, di laga pertama, tuan rumah Persebaya Surabaya justru ditahan imbang 1-1 oleh wakil Divisi Utama lainnya, Persipro Probolinggo.
Sejak awal babak pertama, Persema coba berinistif lebih dahulu menekan dengan melontarkan banyak serangan. Hanya saja, upaya itu selalu kandas lantaran barisan depan Persema yang digawangi Jaya Teguh Angga dan Brima Pepito Sanusie banyak kehilangan bola. Serangan Persema selalu mudah diredam barisan tengah dan belakang Persidafon.
Kondisi ini membuat Persidafon justru berganti menekan Persema. Banyak percobaan dilakukan tim asuhan Freddy Mulli ini. Duet striker Elie Aiboy dan Raul Carlos Scuiuati seringkali mengancam gawang Persema yang dijaga I Komang Putra (IKP). Begitu juga playmaker lawan, Javier Rocha yang sering kali mudah mengobok lini belakang Persema.
Bahkan, mantan gelandang Persebaya Surabaya ini pun membuat kubu Persema tersentak oleh gol indahnya di menit 21. Rocha melepaskan tendangan jarak jauh melengkung memanfaatkan tendangan pojok dari sektor kiri pertahanan Persema. Kala itu, dia baru masuk ke lapangan setelah sempat mendapatkan perawatan tim medisnya usai cedera akibat tebasan pemain Persema. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Persidafon.
Persema coba membalasnya dengan lebih mengefektifkan serangan. Jainal Ichwan nyaris menyamakan kedudukan andai tendangannya di menit 22 tidak membentur mistar gawang Persidafon. Bek kanan Persema ini sukses melepaskan diri dari kawalan pemain belakang lawan. Selepas dari peluang itu, serangan Laskar Ken Arok kembali selalu kandas di lini tengah dan belakang Persidafon.
Memasuki babak kedua, Persema coba bangkit. Pelatih Aji Santoso coba mengganti strategi dengan memperkuat lini tengahnya. Jaya Teguh Angga ditarik keluar digantikan M Kamri di awal babak kedua. Skema itu memang membuat lini tengah Persema unggul dan lebih banyak menguasai bola. Lini fital ini pun seringkali memberikan suplay matang kepada Pepito sebagai strikier tunggal.
Namun, finishing touch yang lemah membuat kesempatan itu terus-terusan kandas. Belum lagi, lini belakang Persidafon yang digawangi eks Arema, Bruno Casimir dan Bejo Sugiantoro tampil begitu kokoh. Kasan Soleh juga nyaris cetak gol andai tendangannya tidak jauh melambung tinggi diatas mistar gawang Persidafon.
Disaat keasikan menyerang, lini belakang Persema justru kembali kecolongan. Patrick Wanggai yang masuk menggantikan Raul sukses melesatkan gol di menit 81. Tendangan kaki pemain bernomor punggun 88 ini tidak mampu dihadang IKP. Persema sempat cetak gol melalui Pepito di menit 88 namun dianulir wasit Ahmad Suparman (Bandung). Striker asal Sierra Leone ini dianggap sebelumnya berada offside. Skor 2-0 itu bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Share on Google Plus

About 12paz