
Klub Divisi Utama asal Jatim, Persipro Probolinggo harus berhadapan dengan tim Superliga, Persebaya Surabaya, Minggu (18/4/2010) dalam ajang Piala Indonesia.
Melawanan tim sekelas Bajul Ijo, anak asuh Abdul Mutholib mengaku tak ada terget khusus.
Mutholib, Sabtu (17/4/2010) mengatakan, dalam turnamen Piala Indonesia, baik itu manajemen dan tim pelatih sudah sepakat tidak memasang target khusus.
Apalagi mereka tergabung dalam grup maut, yakni grup F. Selain Persebaya, mereka akan menantang Persema Malang dan Persidafon Dafonsoro.
Meski begitu Mutholib tidak ingin timnya hanya sekedar menjadi penggembira dalam grup F. Untuk itu ia meminta anak buahnya tetap kerja keras.
''Tentu kita tidak ingin hanya numpang lewat. Bagaimana pun kita akan bekerja keras. Paling tidak kira bisa menyulitkan tim-tim lainnya,'' ucap Mutholib.
Apalagi lawan pertama yang akan mereka hadapi adalah Persebaya. Menurut mantan pelatih Persekabpas itu, Bajul Ijo adalah salah satu tim kuat di Indonesia. Selain itu komposisi pemain di tubuh tim besutan Rudy William Keeltjes juga merata.
''Persebaya tim yang bagus. Mereka punya banyak pemain asing yang skill mumpuni. Sedangkan kita hanya lokal semua,'' sambung Mutholib.
Persebaya sendiri memastikan bakal menurunkan skuad muda pada pertandingan sore ini. Meski melawan tim cadangan, namun, menurut Mutholib, hal itu tidak mengurangi kekuatan Andik Vermansyah cs.
''Meski menurunkan pemain muda persebaya tetap bagus, turunnya pemain muda tidak akan mengurangi kekuatan mereka,'' jelasnya.
Sayang pada pertandingan ini Persipro terancam kehilangan dua gelandangnya, yakni Hermanto dan I Putu Gede. Putu, yang juga mantan pemain Persebaya sedang mengikuti kursus pelatih lisensi B, sedangkan Hermanto mengalami cedera.
Untuk pertandingan nanti, Mutholib mempercayakan nama Ahmad Nurrosadi sebagai penjaga gawang. Empat beknya adalah Akhmad Junaidi, Heri Iswanto, Ardi Suyanto dan Setyo Budi.
Empat pemain yang dipasang di posisi tengah antara lain, Dodi Cahyadi, Imam Hambali, Jance Manusiwa, Edi Santoso. Duet di lini depan tetap menjadi milik pasangan Supaham dan Akhmad Junaidi.
Sementara itu Pelatih Persebaya, Rudy William Keeltjesmengatakan, turunnya Marcelo dan Jeon dikarenakan kondisi fisik mereka yang belum bugar. Apalagi Marcelo sempat absen dalam beberapa pertandingan Bajul Ijo. Untuk itu butuh lebih banyak pertandingan agar stamina keduanya mencapai 100 persen.
Sejauh ini, Rudy sudah menyiapkan beberapa pemain muda, diantaranya Arif Ariyanto, Andik Vermansyah, Wimba Sutan, Satrio Syam dan Korinus Fringkeuw. Dengan kombinasi pemain muda dan senior, diharapkan corak permainan Bajul Ijo tidak luntur. ''Meski dengan pemain muda, lawan Persipro kita tetap ingin menang,'' ucap Rudy usai memimpin latihan.
Menurunkan pemain muda memang sudah diputuskan sejak awal, baik manajemen dan tim pelatih. Hal ini tak lepas dari kondisi Persebaya yang masih diambang bayang-bayang degradasi. Saat ini Andi Oddang cs masih menyimpan lima pertandingan away. Lima tim yang akan dihadapi juga bukan tim remeh, seperti Persik Kediri, Persipura Jayapura, Persiwa Wamena, Persisam Samarinda dan Bontang FC.
Selain itu, menurunkan pemain muda juga menjadi bagian dari rotasi sekaligus memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk unjuk gigi. ''Jadwal sangat padat, membuat kita repot dan menguras emosi. Karena itu kami harus pintar-pintar merotasi pemain yang diturunkan di Piala Indonesia,'' pungkasnya.
