
Experimen fatal dilakukan rudy keltjes , alenatore persebaya . keputusannya untuk memarkir 6 punggawa bajul ijo berbuah bencana . di partai perdana di piala indonesia mereka ditahan tim kasta bawah persipro 1-1.
Memarkir enam pemain inti saat pertandingan lawan Persipro Probolinggo, Minggu (18/4/2010), dalam ajang Piala Indonesia ternyata berdampak besar pada Persebaya. Sebab, permainan Bajul Ijo terlihat kurang kompak dan finishingnya juga buruk. Sempat tertinggal terlebih dulu, Bajul Ijo akhirnya mengakhiri pertandingan dengan skor 1-1.
Satu menit usai kecolongan melalui gol Ahmad Junaidi pada menit ke-52, Persebaya memasukkan Mat Halil menggantikan Satrio Syam. Hadirnya Halil cukup memberi warna pada permainan Persebaya. Mereka sempat membuat peluang melalui Wimba Sutan dan Andik Vermansyah, tapi tidak satu pun peluang yang berujung gol.
Mengandalkan serangan balik, duet striker Persipro, Ahmad Junaidi dan Supaham membuat pertahanan Persebaya kocar-kacir. Pada menit 63, Junaidi kembali mendapat peluang emas, sayang tendangannya masih melambung di atas mistar gawang Endra Pras.
Penyelesaian akhir tampaknya menjadi masalah utama Persebaya pada sore hari ini. Meski menciptakan banyak peluang, tapi tak satu pun peluang yang berhasil dijadikan gol. Sampai akhirnya pelatih Rudy Keeltjes menarik Wimba Sutan dan memasukkan Lucky Wahyu. Dengan begitu, Oddang ganti berpasangan dengan Andik.
Selain itu, trio lini belakang Persebaya, Nugroho Mardiyanto, Taufik Angga dan Juan Marcelo juga tidak kompak. Berulang kali ketiganya melakukan salah koordinasi. Apalagi penampilan Angga kurang meyakinkan dan sering blunder.
Gol penyama Persebaya akhirnya akhirnya lahir pada menit ke-76 melalui Andik Vermansyah. Tendangan lambung Andik dari dalam daerah pertahanan Persipro tak mampu diantisipasi kiper Ahmad Nurrosadi. Gol Andik menjadi gol terakhir pada pertandingan ini
Memarkir enam pemain inti saat pertandingan lawan Persipro Probolinggo, Minggu (18/4/2010), dalam ajang Piala Indonesia ternyata berdampak besar pada Persebaya. Sebab, permainan Bajul Ijo terlihat kurang kompak dan finishingnya juga buruk. Sempat tertinggal terlebih dulu, Bajul Ijo akhirnya mengakhiri pertandingan dengan skor 1-1.
Satu menit usai kecolongan melalui gol Ahmad Junaidi pada menit ke-52, Persebaya memasukkan Mat Halil menggantikan Satrio Syam. Hadirnya Halil cukup memberi warna pada permainan Persebaya. Mereka sempat membuat peluang melalui Wimba Sutan dan Andik Vermansyah, tapi tidak satu pun peluang yang berujung gol.
Mengandalkan serangan balik, duet striker Persipro, Ahmad Junaidi dan Supaham membuat pertahanan Persebaya kocar-kacir. Pada menit 63, Junaidi kembali mendapat peluang emas, sayang tendangannya masih melambung di atas mistar gawang Endra Pras.
Penyelesaian akhir tampaknya menjadi masalah utama Persebaya pada sore hari ini. Meski menciptakan banyak peluang, tapi tak satu pun peluang yang berhasil dijadikan gol. Sampai akhirnya pelatih Rudy Keeltjes menarik Wimba Sutan dan memasukkan Lucky Wahyu. Dengan begitu, Oddang ganti berpasangan dengan Andik.
Selain itu, trio lini belakang Persebaya, Nugroho Mardiyanto, Taufik Angga dan Juan Marcelo juga tidak kompak. Berulang kali ketiganya melakukan salah koordinasi. Apalagi penampilan Angga kurang meyakinkan dan sering blunder.
Gol penyama Persebaya akhirnya akhirnya lahir pada menit ke-76 melalui Andik Vermansyah. Tendangan lambung Andik dari dalam daerah pertahanan Persipro tak mampu diantisipasi kiper Ahmad Nurrosadi. Gol Andik menjadi gol terakhir pada pertandingan ini
