Share |

Ulah Hendri Mulyadi Ancam PSSI


Akibat ulah Hendri Mulyadi masuk ke lapangan, empat menit menjelang pertandingan Indonesia melawan Oman selesai, kini Persatuan Sepakbola Indonesia (PSSI) terancam tidak bisa menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menggelar pertandingan bertaraf internasional.

Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, mengatakan pihaknya mendapat surat teguran keras dari Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), dan meminta PSSI menjelaskan secara detail kronologis kejadian di pertandingan babak penyisihan Pra Piala Asia Grup B itu.

"Saya sudah perintahkan kepada ketua Panpel pertandingan Indonesia melawan Oman untuk melaporkan dengan detail sesuai yang dimintakan oleh AFC," ujar Nugraha di Sekretariat PSSI, Kamis (14/1).

Dikatakannya, Ketua Panpel pertandingan Indonesia melawan Oman, Joko Driyono, harus menyelesaikan laporan seperti yang diminta oleh AFC sebelum tanggal 30 Januari 2010. "AFC minta kepada PSSI mengirim laporan pertandingan Indonesia melawan Oman tanggal 30 Januari mendatang. Selain itu, masalah detil keamanan dan kenyamanan di stadion pun harus dijelaskan dengan gamblang, mengapa seorang anak muda bisa masuk menerobos pagar betis keamanan yang menjaga di sekeliling stadion," paparnya.

Dijelaskan oleh Nugraha, saat Indonesia menjamu Kuwait di even yang sama beberapa hari sebelumnya, PSSI juga sempat mendapat sanksi dari AFC karena terjadi pelemparan dan bunyi petasan yang disulut penonton. "Akibat ulah penonton saat kita menjamu Kuwait, PSSI kena sanksi denda sebesar 10.000 dolar AS," katanya.

Sementara untuk sanksi masuknya Hendi Mulyadi ke tengah lapangan saat pertandingan, Nugraha mengaku belum mengetahui dengan pasti. "Sebagai gambaran saja, dahulu saat kita menggelar final SEA Games tahun 1997, penonton masuk ke lapangan PSSI mendapat sanksi tidak bisa menggelar pertandingan internasional di stadion utama Gelora Bung Karno selama enam bulan," tuturnya.

Nugraha tidak ingin menebak-nebak sanksi apa yang akan diterima PSSI nanti. Apakah sama dengan saat PSSI menggelar SEA Games 1997 itu atau tidak. "Yang pasti jangan sampai kita terkena sanksi dilarang menggelar pertandingan di stadion utama. Kita akan melakukan lobi dengan AFC," katanya.

Seperti diketahui, tanggal 23 Februari mendatang, klub Persipura Jayapura yang merupakan juara kompetisi Divisi Utama yang kini menjadi Liga Super Indonesia 2008/2009 akan menjadikan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai home base-nya di ajang Liga Champions Asia.

"Saya berharap Persipura tetap bisa menjadikan stadion utama sebagai home base dan tidak berhubungan dengan ancaman sanksi akibat ulah penonton yang masuk ke lapangan itu," urainya. (Persda/oro)

Share on Google Plus

About 12paz