
Uang ratusan juta bisa terselamatkan jika PSM memutus kontrak Daryoush "Dariu" Ayyoubi dan Daniel Baroni pada Desember ini. Sebab, PSM hanya mesti mengeluarkan kompensasi senilai satu bulan gaji untuk kedua pemain. Itu versi manajemen PSM.
Asisten manajer bidang teknik PSM, Abdi Tunggal, mengatakan bahwa jika PSM melepas Dariu dan Baroni setelah putaran kedua berakhir, klub ini masih harus membayar gaji untuk bulan Januari dan Februari.
"Namun jika dicoret pada Desember ini, klub hanya perlu membayar kompensasi sebesar satu bulan gaji. Jadi PSM tidak perlu membayar gaji selama dua bulan untuk Januari dan Februari. Itu menurut tim hukum kita," kata Abdi, Kamis, 10 Desember.
Jika berdasarkan nilai kontrak kedua pemain, ada sekira Rp 130 juta yang bisa diselamatkan. Nomimal kontrak Dariu Rp 800 juta, sedangkan Baroni Rp 500 juta. Hitungan kasarnya, gaji sebulan Dariu Rp 80 juta dan Baroni Rp 50 juta.
Dikonfirmasi terpisah, asisten manajer bidang hukum PSM, Syahrir Cakkari, membenarkan bahwa PSM hanya perlu memberi kompensasi satu bulan gaji. "Jadi teman-teman wartawan bisa hitung sendiri untung ruginya," sebut dia.
Meski begitu, lanjut Cakkari, alasan utama pencoretan Dariu dan Baroni sebelum putaran pertama berakhir bukan soal finansial. Melainkan karena faktor kualitas. "Kemampuan Dariu dan Baroni dinilai tidak sesuai harapan," tandas Syahrir. (zul)
