
Usai pertandingan Arema lawan Persipura, Rabu (9/12/09) petang, PT Liga Indonesia banyak menemukan catatan dan bahan evaluasi buat Arema.
Tim PT Liga yang berjumlah empat orang itu, menemukan berbagai bahan evaluasi untuk Tim Singo Edan yang hendak menjadikan Klub Arema sebagai Tim Sepak Bola Industri satu-satunya di kontes Liga Super saat ini.
Menurut General Koordinator PT Liga Indonesia, Liano Mahardika, Arema punya banyak permasalahan yang harus segera diselesaikan dan dievaluasi hasilnya. "Kalau bicara soal sanksi, sudah tidak bisa dilihat dari poin greatnya. Tapi harus dicarikan solusi pemecahannya. Bagaimana tim sekelas Arema mampu mengelola sendiri klubnya menjadi sepakbola Industri," ungkap Liano, sambil mengusap peluh dikeningnya yang nampak bercucuran usai menyaksikan laga panas antara Persipura Jayapura dengan Arema Malang.
Masih kata Liano, yang terpenting buat Arema adalah mau melakukan evaluasi. Percuma kalau diberi sanksi tapi tidak juga ada evaluasi dan niat baik untuk segera menerapkanya menjadi lebih baik lagi. "Evaluasi dulu aja. Baru ngomong soal sanksi dan lain sebagainya," kata Liano, sesaat usai pertandingan berakhir.
Liano mencontohkan, soal tiket anak-anak yang harus membeli dengan harga dewasa adalah kesalahan. Tak hanya itu, yang paling real pun, PT Liga Indonesia mengkritik ID Card yang digunakan panitia dan orang-orang yang berkepentingan sudah tidak layak. "Contohnya ID Card ini sudah tidak layak. Seharusnya tidak begini modelnya," kata Liano sambil menunjuk ID Card yang dipakainya.
Selain ID Card, PT Liga Indonesia mencatat pertandingan sore itu sudah masuk dalam konteks pelanggaran yang berakibat sanksi. "Keamanan dalam pertandingan ini patut ditinjau kembali. Apapun bentuknya, satu penonton yang sudah menginjak rumput atau masuk ke sentel ban lapangan hukumannya adalah sanksi. Lah ini, jumlahnya malah ratusan. Keamanannya bagaimana," tanya Liano yang maksud kedatangannya ke Malang, untuk rencana persiapan penggunaan Stadion Kanjuruhan sebagai Home Base Persipura nanti dalam Liga Champion Asia mendatang.
Dilain pihak, Tim Panpel Arema mengaku semua kerja dan peraturan penyelenggara pertandingan sudah dilakukan. "Kami minta maaf jika masih ada kekurangan. Tapi
setidaknya, Pengawas Pertandingan juga bersikap fair dan adil melihat situasi dan atmosfer sepakbola di Malang yang begitu tinggi ini," terang M Haris yang juga sebagai Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan ini. [yog/kun]
