Share |

Persipura Bayar Ganti Rugi Rp 5 Juta


Mencuatnya kasus rasial di Stadion Kanjuruhan, Malang, saat Arema Ma­lang menjamu Persipura Jayapura pada 9 Desember lalu kembali membuat Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi. Kali ini, giliran Persipura yang dikenai sanksi.

Manajemen Mutiara Hitam -julukan Persipura- diwajibkan mem­bayar ganti rugi ke Panpel Are­­ma sebesar Rp 5 juta. Keputu­san itu ditetapkan komdis dalam sidang di Kantor PSSI, Jakarta, kemarin (17/12).

Kewajiban itu dibebankan ke Per­sipura karena aksi perusakan be­berapa fasilitas Stadion Kanjuruhan tersebut dilakukan pemain tim asal Papua itu. "Kami paham, mereka melakukannya karena kesal diperlakukan rasis oleh penonton. Tapi, tindakan mereka tetap tidak diperkenankan. Karena itu, kami mengambil keputusan tersebut. Apalagi, ada komplain dari panpel Arema," kata Ketua Komdis Hinca Pandjaitan.

Panpel Arema memang mengemukakan komplain atas ulah pemain Persipura dengan mengajukan tuntutan ganti rugi Rp 21.400.000. "Setelah kami cermati, angkanya terlalu besar. Kami akhirnya memutuskan ganti rugi Rp 5 juta," papar Hinca.

Kubu Persipura pun siap memenuhi ganti rugi tersebut. "Memang, tidak seharusnya kami bertindak seperti itu, meski sedang kesal karena dilecehkan. Kami pun siap menjalani putusan komdis," sebut Rudy Maswi, manajer Persipura.

Hukuman tersebut membuat putusan komdis atas peristiwa dalam laga Arema kontra Persipura itu bertambah. Sebelumnya, pada sidang pekan lalu, komdis memberikan sanksi ke panpel Arema. Mereka mendapat larangan menggelar satu kali pertandingan tanpa penonton plus denda Rp 50 juta.

Dalam sidang kemarin, komdis tidak hanya memutuskan satu per­kara. Lembaga peradilan di PSSI itu juga mengambil keputusan terkait dengan indisen perkelahian pemain Persema Malang M. Kamri dengan bek Persipura Ortizan Solossa. Keduanya bersitegang saat Persema menjamu Persipura di Stadion Gajayana, Malang, 5 Desember lalu.

Komdis memutuskan menghukum M. Kamri dan Ortizan. Namun, hukuman mereka tidak lazim. Sebab, komdis menjatuhkan skors dua kali pertandingan dengan masa percobaan tiga kali pertandingan terdekat. Skors baru berlaku, jika keduanya kembali melakukan keributan dalam masa percobaan.

Hukuman itu tentu tidak biasa. Umumnya, pemain diskors langsung tanpa masa percobaan. "Hukuman ini memang terkesan unik. Keputusan kami ini lebih karena keduanya telah mengakui kesalahannya," ujar Hinca. (fim/diq)
Share on Google Plus

About 12paz