
Sudah jatuh, tertimpa tangga. Peribahasa itu kini tepat menimpa Persijap Jepara. Selain kalah 0-1 dari tuan rumah Persib Bandung dalam laga Djarum ISL di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (9/12) sore, Laskar Kalinyamat juga bakal kehilangan dua pemain pilarnya di laga berikutnya menjamu Arema Malang di Gelora Bumi Kartini, Sabtu (12/12) lusa.
Dua pemain yang bakal absen itu adalah Phaitoon Thiabma dan Ferly La'ala. mereka harus menjalani hukuman larangan sekali bertanding karena terkena akumulasi kartu. Phaitoon dan Ferly sama-sama mengantongi kartu kuning di laga
melawan Persib. Ferly menerima menit ke-74 sedangkan Phaitoon menit 84. Itu akan menjadi sinyal amat buruk bagi Tim Kota Ukir.
Persijap kemarin menurunkan pemain lapis kedua kebobolan satu gol lewat kaki Christian Gonzales menit ke-10. Upaya Evaldo dan kawan-kawan untuk membalas terus dilakukan sepanjang pertandingan dengan beberapa kali mengancam Persib namun hingga laga usai, kedudukan tak berubah.
Absennya dua pemain pilar itu akan menjadi teka-teki paling besar musim ini di pihak Persijap tentang siapa yang bakal mengisi posisinya dan mampukah Junaidi bisa menampilkan timnya garang di kandang tanpa dua pemain tersebut.
Phaitoon selama ini memberi kekuatan penting di lini tengah, sedangkan Ferly adalah bek andalan bersama Evaldo. Mereka menerima kartu kuning dalam rangkaian duel dengan para pemain Persib yang kemarin bertanding dalam tempo tinggi.
Meski kalah 0-1 anak anak Jepara membuktikan janjinya tampil dengan penuh semangat. Hanya saja kelengahan di menit ke 10 itu membuyarkan impain Persijap untuk membawa pulang poin. Itu juga menjadi sejarak paling buruk Persijap setelah sebelumnya tak pernah kalah saat dijamu Persib di Bandung.
Sementra itu Arema malang bakal kembali tampil pincang ketika meladeni tuan rumah Persijap Jepara di Stadion Gelora Bum Kartini besok (12/12). Tim berjuluk Singo Edan itu dipastikan tidak diperkuat kiper utama Markus Haris Maulana yang terkena akumulasi kartu kuning. Selain itu, tiga pemain lain terancam absen karena cedera. Mereka adalah Hermawan, Zulkifly Syukur, dan Landry Poulangoye.
Namun, pelatih Arema Robert Alberts tetap menyertakan nama Landry dan Markus dalam daftar 22 pemain yang dibawa ke Jepara kemarin (10/12). Mereka masuk rombongan karena disiapkan bermain untuk laga melawan Persela Lamongan (16/12).
Robert juga menyertakan striker Gery Setya Adi Nugraha yang masih dalam pemulihan cedera engkel kiri. "Khusus Gery dan Landry, ada harapan bisa main lawan Persela. Makanya, keduanya kami bawa sekalian ke Jepara," ungkap Robert.
Selain tiga pemain tersebut, penggawa Arema lainnya yang dibawa ke Jepara adalah Kurnia Meiga, Aji Saka, Waluyo, Pierre Njanka, Purwaka Yudhi, Benny Wahyudi, Tomy Pranata, Achmad Bustomi, Chmelo Roman, M. Noh Alam Shah, M. Ridhuan, Rahmat Affandi, Jalaluddin Main, Juan Revi, Ronny Firmansyah, Irfan Raditya, M. Fachruddin, serta dua pemain Arema U-21 Sunarto dan Achmad Al Farizi.
Robert memasukkan dua pilar Arema U-21 dengan pertimbangan timnya membutuhkan pemain yang bermain di posisi depan dan belakang. Arema mengalami krisis pemain di dua sektor tersebut. Di barisan belakang, stok pemain menyisakan Irfan Raditya dan penyerang tinggal Rahmat Affandi.
Kondisi tersebut sangat riskan apabila dalam pertandingan melawan Persijap ada pemain di dua posisi itu yang mengalami akumulasi kartu kuning atau cedera. Praktis, Arema tidak memiliki cadangan saat menantang Persela. Karena itu, Robert menyertakan Sunarto yang berposisi penyerang dan Al Farizi yang berposisi bek.
