
Kasus indisipliner mulai menimpa klub-klub peserta Indonesia Super League (ISL) 2009-2010. Setelah pekan lalu PSM Makassar menuai sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, kemarin (11/12) badan peradilan induk organisasi sepak bola tanah air itu mengganjar Arema dan Persiba Balikpapan atas kasus serupa.
Pada sidang kelima tersebut, Ketua Komdis Hinca Panjaitan menerangkan, Arema diskors satu laga tanpa penonton saat menjamu Persib Bandung pada Sabtu (19/12). Selain itu, tim berjuluk Singo Edan tersebut diwajibkan membayar denda Rp 50 juta.
''Terbukti, dalam pertandingan itu ada penonton yang menyanyikan rasisme. Dua kesalahan lain adalah adanya pelemparan botol ke arah lapangan dan jumlah penonton yang membeludak sampai ke ruang ofisial,'' ungkap Hinca.
Nah, karena aksi rasisme dan pelemparan botol tersebut dilakukan penonton yang tak beratribut Aremania, komdis memberikan tanggung jawab kepada panitia pelaksana (panpel) untuk menanggung sanksi. Hukuman itu cukup berat bagi panpel Arema.
Maklum, Arema bisa kehilangan pendapatan kotor yang cukup tinggi. Dari pengalaman sebelumnya, dalam satu kali laga kandang, Arema bisa meraup pendapatan sampai Rp 500 juta. Untuk menggelar pertandingan, hanya butuh dana Rp 180 juta.
Namun, dengan jumlah denda sampai Rp 50 juta itu, menurut Hinca, panpel Arema bisa mengajukan banding. ''Kalau tidak mau denda dan skors, jangan rusuh,'' tegasnya.
Dari kasus tersebut, kata dia, malah ada tambahan kasus baru lagi. Yakni, panpel Arema melaporkan adanya kerusakan ruang ganti pemain yang ditempati Persipura seusai laga itu. Menurut Ketua Panpel Arema Abdul Haris, kerusakan tersebut diperkirakan mencapai Rp 21 juta. (vem/diq)
