Share |

Anton Imbenai : Aremania Cederai Sepakbola Dengan Ejekan Berbau Rasisme


Ketegangan yang terjadi pasca Arema memenangi pertandingan saat menjamu Persipura Jayapura, Rabu (9/12/2009) petang, membuat assisten pelatih Mutiara Hitam nelangsa.

Lelaki yang sudah beberapa musim mengasuh Edward Ivak Dalam Cs ini, mengaku prihatin dengan aksi para oknum suporter Arema yang mengecam para pemain Persipura dengan nada berbau rasis.

"Kado terindah bagi Bangsa Indonesia dalam sepak bola adalah persahabatan. Janganlah arti persahabatan itu dinodai dengan segala macam cara apalagi berbau rasisme," ungkap Anton Imbenai, Asisten Pelatih Persipura Jayapura.

Menurut Anton, dirinya sangat kagum dan hormat dengan nama besar suporter Arema, Aremania. Selain punya daya kreatifitas yang tinggi, Aremania dikenal suporter yang ramah dan santun pada beberapa tim yang jadi musuhnya kala berlaga dalam sepakbola. "Tapi kekaguman saya pada Aremania seolah hilang dan musnah begitu saja ketika kami diolok-olok dengan nada penuh dengan rasisme," papar Anton.

Menurut Anton, olok-olok itu sangat menyayat hati dan membuat emosi pemain meledak-ledak. "Kami bukan monyet. Hanya warna kulit kami saja yang berbeda dengan anda semua," tutur Anton lirih saat jumpa pers di hadapan rekan-rekan media.

Akibat ejekan beberapa oknum suporter tersebut, membuat emosi pemain memuncak. Akibatnya, beberapa pintu di stadion jebol karena ditendang pemain Persipura. "Kita semua ini Bangsa Indonesia. Satu bahasa. Satu kata Indonesia. Hanya kulit kami saja yang berbeda. Jadi, tolong jangan ejek kami dengan nada-nada seperti itu," paparnya.

Masih menurut Anton, Tim Arema dan permainan sore itu cenderung bagus dan enak ditonton. Hanya saja, wasit Sapari asal Bandung yang memimpin jalannya pertandingan, kurang bisa berbuat tegas. Sehingga, hal itu membuat tensi panas pertandingan makin meninggi.

Menanggapi keluh kesah asisten pelatih Arema, Panpel Arema M Haris mengatakan jika dirinya selaku penyelenggara, meminta maaf atas semua insiden yang terjadi. "Kami sudah bekerja maksimal. Tapi kalau ada satu dua oknum yang berbuat rasis, kami juga tidak bisa mencegah dan itu di luar kuasa kami selaku penyelenggara," papar Haris.

Dalam pertandingan itu sendiri, Tim Singo Edan memenangi pertandingan dengan skor 2-1. Kedua gol itu disumbangkan M Fahrudin yang dinobatkan sebagai Man of The Match dalam pertandingan sore itu atas aksi individunya untuk mencetak gol
saat permainan berlangsung. [yog/kun]
Share on Google Plus

About 12paz